KPAI: PJJ Timbulkan Disparitas Digital Kaya-Miskin dan Jawa-Luar Jawa

Minggu, 24 Januari 2021 - 14:05 WIB
Meski demikian, lanjut Retno, 57 persen menyatakan mereka itu kesulitan dengan PJJ atau belajar daring, terkait materi-materi sulit di mata pelajaran.

"Sebab materi pelajaran itu ada yang sedang, mudah, nah mereka itu kalau sedang dan mudah bisa belajar daring, tapi kalau yang sulit, sangat sulit bagi mereka yang butuh tatap muka," jelasnya.

Alasan kedua mereka setuju untuk PTM, terutama para siswa SMK yang mengisi menyatakan kepadanya sudah lama tidak menjalani belajar praktikum.

"Jadi kata mereka skillnya adalah praktik tapi kami sudah tidak ke bengkel 9 bulan. banyak kemudian yang mengeluhkan itu. Saya melihat anak-anak, terutama anak yang kelas tiga, yang ingin tatap muka adalah anak yang mau ujian akhir," jelasnya.

Menurutnya, siswa yang ingin sekolah dibuka atau PTM karena mereka harus ujian dan mereka banyak menghadapi kesulitan diberbagai mata pelajaran.

"Jadi saat ditanya apakah sekolahnya siap itu mereka mengakui tidak berbanding lurus dengan sekolahnya yakni belum siap untuk tatap muka, tetapi mereka menginginkan tatap muka paling tidak seminggu sekali," tandasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!