Menag: Computational Thinking Sudah Diterapkan pada 50 Madrasah
Minggu, 24 Januari 2021 - 22:46 WIB
Ramdhani melanjutkan, ada 50 madrasah yang telah diinjeksikan computational thinking. Mereka juga telah diikutkan dalam beragam kompetisi di tingkat internasional. “Hebatnya, kita mendapat ranking lima dunia. Jadi orang Indonesia itu pintar-pintar, cerdas, smart,” tegasnya. Baca juga: Perjuangkan 68.064 Kuota PPPK Guru dan Dosen, Ini yang Akan Dilakukan Menag
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Tidak boleh ada uji coba dalam proses pendidikan, dan kemampuan kita dalam beradaptasi harus tetap berkembang. Kita menghadapi banyak kompetisi. Dan konsep pendidikan haruslah matang,” tandasnya.
Dirjen Pendidikan Islam mengapresiasi perkembangan MAN Insan Cendekia sebagai madrasah unggulan binaan Kementerian Agama. Dhani berharap setiap madrasah juga memiliki kemampuan adaptasi yang kuat untuk menghadapi berbagai kompetisi. Salah satunya kuncinya adalah guru. Karenanya, guru tidak boleh berhenti belajar dan mengikuti setiap perkembangan zaman dengan melakukan adaptasi.
“Berhenti belajar bagi seorang guru adalah hakikat kematian bagi seorang manusia. Guru adalah mereka yang siap mendedikasikan hidupnya pada pembelajaran sepanjang hayat. Dalam istilah akademik, yang ada adalah winner dan the better. Tidak ada istilah kalah, buat kita, yang perlu adalah terus belajar,” tutup Ramdhani.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Tidak boleh ada uji coba dalam proses pendidikan, dan kemampuan kita dalam beradaptasi harus tetap berkembang. Kita menghadapi banyak kompetisi. Dan konsep pendidikan haruslah matang,” tandasnya.
Dirjen Pendidikan Islam mengapresiasi perkembangan MAN Insan Cendekia sebagai madrasah unggulan binaan Kementerian Agama. Dhani berharap setiap madrasah juga memiliki kemampuan adaptasi yang kuat untuk menghadapi berbagai kompetisi. Salah satunya kuncinya adalah guru. Karenanya, guru tidak boleh berhenti belajar dan mengikuti setiap perkembangan zaman dengan melakukan adaptasi.
“Berhenti belajar bagi seorang guru adalah hakikat kematian bagi seorang manusia. Guru adalah mereka yang siap mendedikasikan hidupnya pada pembelajaran sepanjang hayat. Dalam istilah akademik, yang ada adalah winner dan the better. Tidak ada istilah kalah, buat kita, yang perlu adalah terus belajar,” tutup Ramdhani.
(mpw)
Lihat Juga :