Turunkan Stunting, Ditjen Dikti Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
Selasa, 06 April 2021 - 11:55 WIB
Baca juga: Miris, 400 Ribu Sarjana TI Per Tahun Tak Memenuhi Kualifikasi Industri
Dalam upaya tersebut, dibutuhkan stakeholder yang sudah diatur dalam platform Kedaireka, dan dinamakan Pentahelix Stakeholder. Dimana pemerintah, akademisi, media, industri, dan perguruan tinggi bersatu untuk menurunkan kasus stunting menjadi 14% selama 4 tahun ke depan.
“Tantangan kita adalah penurunan kasus stunting dari 29% harus turun menjadi 14%. Mari singsingkan lengan baju kemudian turun ke lapangan berikan apa yang bisa kita berikan kepada negara dan perangi stunting dengan kolaborasi melalui Kedaireka,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Eksekutif TNP2K Setwapres Suprayoga Hadi mengatakan, Wakil Presiden juga sudah membentuk Tim Pencegahan Percepatan Anak Kerdil (Stunting). Ia pun mengapresiasi upaya kolaborasi yang dilakukan Ditjen Dikti Kemendikbud melalui Kedaireka untuk mengatasi permasalahan ini.
“Tanggung jawab bersama ini sudah sepatutnya diapresiasi karena teman-teman di perguruan tinggi sudah perhatian terhadap upaya penurunan kasus stunting secara kolaboratif dengan pihak-pihak lain,” ujar Hadi.
Dalam upaya tersebut, dibutuhkan stakeholder yang sudah diatur dalam platform Kedaireka, dan dinamakan Pentahelix Stakeholder. Dimana pemerintah, akademisi, media, industri, dan perguruan tinggi bersatu untuk menurunkan kasus stunting menjadi 14% selama 4 tahun ke depan.
“Tantangan kita adalah penurunan kasus stunting dari 29% harus turun menjadi 14%. Mari singsingkan lengan baju kemudian turun ke lapangan berikan apa yang bisa kita berikan kepada negara dan perangi stunting dengan kolaborasi melalui Kedaireka,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Eksekutif TNP2K Setwapres Suprayoga Hadi mengatakan, Wakil Presiden juga sudah membentuk Tim Pencegahan Percepatan Anak Kerdil (Stunting). Ia pun mengapresiasi upaya kolaborasi yang dilakukan Ditjen Dikti Kemendikbud melalui Kedaireka untuk mengatasi permasalahan ini.
“Tanggung jawab bersama ini sudah sepatutnya diapresiasi karena teman-teman di perguruan tinggi sudah perhatian terhadap upaya penurunan kasus stunting secara kolaboratif dengan pihak-pihak lain,” ujar Hadi.
(mpw)
Lihat Juga :