Tim Spektronics ITS Pertahankan Juara Chem-E-Car Internasional
Jum'at, 16 April 2021 - 22:41 WIB
Pada kompetisi Chem-E-Car yang digelar secara daring di kampus ITS ini, masing masing tim diharuskan membuat prototipe mobil dengan bahan bakar dari reaksi kimia.
Baca juga: 2 Mahasiswa UNS Raih Juara 2 di Kompetisi STATFEST
Mobil tersebut harus berhenti pada jarak lintasan yang ditentukan selagi membawa beban. Pada kompetisi tersebut, Spektronics XX berhasil meraih nilai race nyaris sempurna dan tertinggi di antara 21 tim lainnya yang berasal dari universitas dalam dan luar negeri.
Lulu menjelaskan, mobil Spektronics XX ini dapat bergerak karena tekanan dari gas oksigen (O2) yang diperoleh dari reaksi dekomposisi hidrogen peroksida (H2O2). Gas oksigen ini kemudian melewati pressure regulator set yang berfungsi untuk menyaring gas yang dihasilkan, mengatur keluaran tekanan, dan mengontrol kecepatan aliran gas.
Setelah melewati alat tersebut, oksigen akan masuk ke pneumatik yang berfungsi sebagai mesin penggerak.
“Gerakan pneumatic ini akan menggerakkan roda dengan memanfaatkan pulley dan belt sebagai perantara, sehingga dapat mengurangi error dari putaran ban dan meningkatkan torsi dari mobil,” lanjut mahasiswi kelahiran tahun 2000 ini.
Baca juga: 2 Mahasiswa UNS Raih Juara 2 di Kompetisi STATFEST
Mobil tersebut harus berhenti pada jarak lintasan yang ditentukan selagi membawa beban. Pada kompetisi tersebut, Spektronics XX berhasil meraih nilai race nyaris sempurna dan tertinggi di antara 21 tim lainnya yang berasal dari universitas dalam dan luar negeri.
Lulu menjelaskan, mobil Spektronics XX ini dapat bergerak karena tekanan dari gas oksigen (O2) yang diperoleh dari reaksi dekomposisi hidrogen peroksida (H2O2). Gas oksigen ini kemudian melewati pressure regulator set yang berfungsi untuk menyaring gas yang dihasilkan, mengatur keluaran tekanan, dan mengontrol kecepatan aliran gas.
Setelah melewati alat tersebut, oksigen akan masuk ke pneumatik yang berfungsi sebagai mesin penggerak.
“Gerakan pneumatic ini akan menggerakkan roda dengan memanfaatkan pulley dan belt sebagai perantara, sehingga dapat mengurangi error dari putaran ban dan meningkatkan torsi dari mobil,” lanjut mahasiswi kelahiran tahun 2000 ini.
Lihat Juga :