Membangun Mindset Entrepreneur Ala Alumnus IPB University

Senin, 10 Mei 2021 - 23:31 WIB
Ia memutuskan untuk mengawali karirnya di perikanan dengan melihat adanya peluang dari masalah yang banyak terjadi di kalangan nelayan. Secara keilmuan, ikan merupakan komoditas pertanian yang paling cepat rusak. Hal ini dapat dibuktikan jika ikan diletakkan di meja selama dua jam, maka kualitasnya sudah menurun. Bagi Bayu, tantangan tersebut menjadikan ikan menarik untuk diperhatikan proses pengelolaannya.

Baca juga: ITS Buka Jalur Pendaftaran Seleksi Kemitraan, Mandiri dan Prestasi

Awal mula memulai usaha, Bayu memproses ikan beku bersama temannya. Pada saat itulah kemudian tercetus untuk menjadi penyuplai ikan beku. "Setelah mengamati, ternyata banyak petani dan nelayan yang mengalami problem yang serupa. Apalagi pada saat musim-musim panen raya, di situ benar-benar harga drop (turun). Dengan latar belakang itu akhirnya kita coba bentuk FishLog. Misi kami adalah membantu petani dan nelayan untuk memproses ikan, meng-handle supply chain pasca aquaculture itu sendiri, jadi kami fokus ke post harvest (pasca panen)," tambah Bayu.

Bayu mengungkapkan, upayanya memperbesar keberuntungan dalam berwirausaha adalah dengan konsisten secara terus menerus. "Jadi semua hal yang harus kita lakukan maka lakukanlah. Yang harus kita korbankan adalah waktu luang dan waktu tidur kita. Jangan lupa juga untuk meminta doa dari orang tua. Setelah itu, jika kita ingin maju, maka kita perlu dilingkari oleh teman yang ingin maju juga. Jadi lakukan saja dulu, cari teman, dan perbanyaklah relasi," tutupnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!