Ini Solusi Logistik Bencana Ciptaan Mahasiswa Universitas Pertamina
Rabu, 19 Mei 2021 - 05:30 WIB
Mahasiswa dari program studi Teknik Logistik Universitas Pertamina melakukan Kunjungan Industri di sebuah perusahaan ternama di Indonesia. Foto/Dok/Humas UP
JAKARTA - Pada kuartal pertama tahun 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.252 kejadian bencana. Bencana tersebut mengakibatkan 493 orang meninggal, 68 orang hilang, dan 12.816 orang mengalami luka. Setidaknya lebih dari lima juta korban bencana harus mengungsi karena tempat tinggal, tempat usaha, dan fasilitas publik mereka rusak dihantam bencana.
Sekelompok mahasiswa dari program studi Teknik Logistik Universitas Pertamina , menggagas inovasi daring pengelolaan logistik bencana. "Melalui website bertajuk Pusat Bantuan Bencana disingkat PBB, menyediakan informasi real time kondisi lapangan yang kami integrasikan dengan sistem informasi geografis. Misalnya, rute mana yang dapat dilalui dengan lebih efektif, disertai dengan informasi moda transportasi yang dapat digunakan, dan ketersediaanya,” ujar Hanif Asyhuri, ketua tim mahasiswa, Selasa (18/5).
Baca juga: Keren, 4 Tim Mahasiswa Indonesia Sabet Juara 1 dan II di Ajang Internasional
Ia menjelaskan, website PBB juga terintegrasi dengan database kependudukan. Sehingga, dapat meminimalisasi ketimpangan maupun ketidaktepatan dalam distribusi bantuan. Setiap penyintas bencana yang mendapat bantuan, akan direkam sidik jarinya menggunakan teknologi biometrik yang juga sudah tersedia di website tersebut.
Sekelompok mahasiswa dari program studi Teknik Logistik Universitas Pertamina , menggagas inovasi daring pengelolaan logistik bencana. "Melalui website bertajuk Pusat Bantuan Bencana disingkat PBB, menyediakan informasi real time kondisi lapangan yang kami integrasikan dengan sistem informasi geografis. Misalnya, rute mana yang dapat dilalui dengan lebih efektif, disertai dengan informasi moda transportasi yang dapat digunakan, dan ketersediaanya,” ujar Hanif Asyhuri, ketua tim mahasiswa, Selasa (18/5).
Baca juga: Keren, 4 Tim Mahasiswa Indonesia Sabet Juara 1 dan II di Ajang Internasional
Ia menjelaskan, website PBB juga terintegrasi dengan database kependudukan. Sehingga, dapat meminimalisasi ketimpangan maupun ketidaktepatan dalam distribusi bantuan. Setiap penyintas bencana yang mendapat bantuan, akan direkam sidik jarinya menggunakan teknologi biometrik yang juga sudah tersedia di website tersebut.
Lihat Juga :