Jelang Kongres X IKA, Khofifah Disebut Icon Leadership Alumni Unair
Rabu, 23 Juni 2021 - 02:07 WIB
Kubu Dimas Oky (DO) melalui akun WA Subhan Ali yang jadi Timses menuduh kubu Totok Lusida (TL) melakukan tindakan ilegal dengan mencatut nama institusi IKA Unair dalam melakukan penggalangan dukungan di Royal Tulip Darmo Surabaya. Senada Subhan, Nanang Nasri (alumni HI) yang sefakultas dengan DO menyatakan, jika tuduhan kubu DO benar maka seharusnya memberi sanksi TL sebagai Baketum IKA UA jika pelanggarannya berat. Serangan kubu DO dibalas pada kubu TL melalui Teguh Prihandoko (Timses Kubu TL) dengan menuding Dimas Oky yang punya latar belakang Staf Ketum Golkar Airlangga Hartarto hendak menggunakan IKA Unair menjadikan tunggangan politik.
Baca juga: Beasiswa Jabar Future Leader Scholarship Dibuka, Ini Ketentuan Pendaftarannya
Walupun Teguh tidak sebut eksplisit nama Dimas, publik paham posisi DO pernah jadi Calwalkot Depok yang diusung Golkar tapi kalah. Kubu TL juga menyerang ke kubu-kubu lain termasuk ke Khofifah Indar Parawansa (KIP). Melalui Teguh Prihandoko mengecam KIP, bila jadi rangkap jabatan Ketum IKA UA akan membuat berantakan tugasnya sebagai Gubernur Jatim.
Menanggapi tudingan itu, Suyanto alumni Farmasi yang kini juga berprofesi sebagai apoteker, menyatakan jika memang konsisten rangkap jabatan tidak boleh seharusnya jika masih berstatus pegawai di Pemkot Surabaya, Teguh Prihandoko harus mundur dari jabatannya dikenai sangsi sesuai Pasal 2 huruf f UU Nomor 5 Tahun 2014 larangan politik praktis PNS. TL juga harus mundur dari jabatan Ketua REI untk menghindari rangkap jabatan.
Tentang munculnya aspirasi Khofifah dipilih secara aklamasi dalam Kongres X IKA Unair awal Juli depan, Gus Aminudin (Mantan Sekretaris Senat Mahasiswa FISIP Unair 1991) yang kini masuk dalam Kepengurusan Departemen Organisasi Pengurus Pusat Ikatan Alumni Unair menyatakan, adanya aspirasi Khofifah dipilih secara aklamasi adalah bagian demokrasi berbasis konsensus. “Demokrasi berbasis konsensus secara aklamasi justru telah tersirat dalam Pancasila sila keempat,” katanya.
Baca juga: 10 Prodi Terketat di SBMPTN Unair, Kedokteran dan Psikologi Terbanyak
Baca juga: Beasiswa Jabar Future Leader Scholarship Dibuka, Ini Ketentuan Pendaftarannya
Walupun Teguh tidak sebut eksplisit nama Dimas, publik paham posisi DO pernah jadi Calwalkot Depok yang diusung Golkar tapi kalah. Kubu TL juga menyerang ke kubu-kubu lain termasuk ke Khofifah Indar Parawansa (KIP). Melalui Teguh Prihandoko mengecam KIP, bila jadi rangkap jabatan Ketum IKA UA akan membuat berantakan tugasnya sebagai Gubernur Jatim.
Menanggapi tudingan itu, Suyanto alumni Farmasi yang kini juga berprofesi sebagai apoteker, menyatakan jika memang konsisten rangkap jabatan tidak boleh seharusnya jika masih berstatus pegawai di Pemkot Surabaya, Teguh Prihandoko harus mundur dari jabatannya dikenai sangsi sesuai Pasal 2 huruf f UU Nomor 5 Tahun 2014 larangan politik praktis PNS. TL juga harus mundur dari jabatan Ketua REI untk menghindari rangkap jabatan.
Tentang munculnya aspirasi Khofifah dipilih secara aklamasi dalam Kongres X IKA Unair awal Juli depan, Gus Aminudin (Mantan Sekretaris Senat Mahasiswa FISIP Unair 1991) yang kini masuk dalam Kepengurusan Departemen Organisasi Pengurus Pusat Ikatan Alumni Unair menyatakan, adanya aspirasi Khofifah dipilih secara aklamasi adalah bagian demokrasi berbasis konsensus. “Demokrasi berbasis konsensus secara aklamasi justru telah tersirat dalam Pancasila sila keempat,” katanya.
Baca juga: 10 Prodi Terketat di SBMPTN Unair, Kedokteran dan Psikologi Terbanyak
Lihat Juga :