Dosen IPB Kembangkan Aplikasi untuk Prediksi Formula Jamu yang Mutakhir

Rabu, 07 Juli 2021 - 16:10 WIB
IJAH Analytics memiliki dua versi, versi pertama dinamakan SI-IJAH. SI-IJAH ini telah mendapatkan penghargaan 107 inovasi nasional dan telah menghasilkan produk jamu antidiabetes bernama Gluco R-1.

Bekerja sama dengan PT Biofarmaka Indonesia, produk tersebut telah lolos uji serta siap edar. IJAH versi kedua, yaitu IJAH Analytics dan telah mendapatkan hak cipta yang dapat diakses secara gratis melalui http://ijah.apps.cs.ipb.ac.id/.

Pada IJAH Analytics versi kedua ini terdapat fitur untuk menemukan protein yang berperan penting terkait penyakit, memprediksi interaksi senyawa protein dan melakukan formulasi jamu. Adapun tantangan pengembangan aplikasi ini adalah terkait dengan kesulitan memperoleh data senyawa dan tanaman lokal.

Pengembangan lebih lanjut dari IJAH Analytics dilakukan dengan menambahkan fitur sinergisitas antar senyawa. Pada roadmap juga telah direncanakan untuk mengembangkan I-PRIME (IPB Precision Herbal Medicine Discovery System) yang menggabungkan prinsip IJAH Analytics dan Integrated Single Nucleotide Polymorphism Pipeline (ISNIP).

Hal ini untuk menanggapi perkembangan precision medicine, sebuah paradigma baru pengobatan presisi yang mempertimbangkan profil genetik.

“Penggabungan kedua prinsip tersebut bermanfaat untuk merancang obat herbal yang memperhatikan profil genetik pasiennya. Sehingga diharapkan tidak akan memberikan efek samping yang berbahaya,” pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!