Komisi X Nilai Rekomendasi Forum Rektor Indonesia Layak Ditindaklanjuti
Rabu, 28 Juli 2021 - 13:04 WIB
Dia sepakat dengan pandangan FRI yang meminta pemerintah saat ini fokus membantu dosen dan mahasiswa yang terdampak Pandemi Covid-19. Menurutnya saat ini banyak mahasiswa yang terancam putus kuliah karena kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) maupun SPP. Selain itu banyak di antara mereka yang tidak bisa mengikuti pembelajaran secara daring karena kesulitan membeli kuota internet. “Khusus untuk UKT ini kami merasa perlu Kemendikbud Ristek untuk mempunyai kebijakan di tingkat nasional karena saat otoritas pemberian UKT diberikan di masing-masing kampus ada kecenderungan yang merugikan mahasiswa. Kami pun berharap agar pemerintah menambah bantuan kuota internet bagi mahasiswa dan dosen,” katanya.
Politisi PKB ini juga menyoroti amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta penguatan hubungan kampus dan dunia industry. Menurutnya penguatan ini membutuhkan usaha keras karena masih pengelolaan Pendidikan tinggi di tanah air masih konvesional. Dia mencontohkan dari hasil seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2021 diketahui jika mayoritas calon mahasiswa masih memilih jurusan-jurusan konvensional baik di kluster eksata maupun sosial humaniora. “Padahal landscape dunia kerja akibat berbagai disrupsi dalam beberapa tahun terakhir telah jauh berubah. Namun mindset calon mahasiswa maupun penyelenggara Pendidikan tinggi di Indonesia masih belum banyak berubah. Ini yang menurut kami membutuhkan effort tinggi agar kampus dan dunia industri memiliki sinergi kuat,” pungkasnya.
Untuk diketahui dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia, Konvensi Kampus Ke-27 dan Temu Tahunan Ke-23 yang dilaksanakan Selasa (27/7) dihasilkan lima rekomendasi. Adapun lima rekomendasi ini meliputi desakan pemberian otonomi kampus yang lebih besar, perlunya regulasi dan deregulasi kebijakan di bidang pendidikan, perlunya penguatan pendidikan karakter dan kebudayaan, penguatan hubungan kampus dan dunia industi, serta perluasan alokasi finansial untuk pendidikan. Rekomendasi ini disampaikan langsung ketua FRI 2020-2021 Prof Ari Satria.
Politisi PKB ini juga menyoroti amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta penguatan hubungan kampus dan dunia industry. Menurutnya penguatan ini membutuhkan usaha keras karena masih pengelolaan Pendidikan tinggi di tanah air masih konvesional. Dia mencontohkan dari hasil seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2021 diketahui jika mayoritas calon mahasiswa masih memilih jurusan-jurusan konvensional baik di kluster eksata maupun sosial humaniora. “Padahal landscape dunia kerja akibat berbagai disrupsi dalam beberapa tahun terakhir telah jauh berubah. Namun mindset calon mahasiswa maupun penyelenggara Pendidikan tinggi di Indonesia masih belum banyak berubah. Ini yang menurut kami membutuhkan effort tinggi agar kampus dan dunia industri memiliki sinergi kuat,” pungkasnya.
Untuk diketahui dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia, Konvensi Kampus Ke-27 dan Temu Tahunan Ke-23 yang dilaksanakan Selasa (27/7) dihasilkan lima rekomendasi. Adapun lima rekomendasi ini meliputi desakan pemberian otonomi kampus yang lebih besar, perlunya regulasi dan deregulasi kebijakan di bidang pendidikan, perlunya penguatan pendidikan karakter dan kebudayaan, penguatan hubungan kampus dan dunia industi, serta perluasan alokasi finansial untuk pendidikan. Rekomendasi ini disampaikan langsung ketua FRI 2020-2021 Prof Ari Satria.
(war)
Lihat Juga :