Ingin Beasiswa Luar Negeri? Simak Tips dan Trik dari Pakarnya

Minggu, 15 Agustus 2021 - 17:03 WIB
Radyum Ikono, CEO Schoters yang merupakan alumni doktoral bisnis IPB University dan telah mengemban studi di Singapura dan Jepang menyebutkan, info terkait beasiswa memang tersebar luas. Namun, platform Schoters, perusahaan start up berbasis edukasi yang ia bangun lebih memfokuskan untuk membantu klien mendapatkan kesempatan studi di perguruan tinggi luar negeri.

Baca juga: Kemendikbudristek Luncurkan Program Sertifikasi Dosen 2021, Cek Infonya

Ia menjelaskan bahwa timing dalam mendapatkan beasiswa pada setiap orang akan berbeda. Kriteria dalam mendapatkan beasiswa harus disesuaikan dengan profil dan isi dari esai yang telah disusun. Disusul dengan persiapan dokumen yang tepat sehingga dapat menghemat waktu dan tidak perlu menunggu bertahun-tahun demi meraih beasiswa.

Schoters yang telah berjalan dari tahun 2012 ini telah membantu ratusan mahasiswa untuk lulus beasiswa hingga ke 70 negara. Keuntungan melanjutkan studi di luar negeri selain prestisius juga akan memberikan eksposur internasional. Antara lain dapat membangun jejaring dengan orang-orang dari seluruh dunia, memiliki pola pikir global, bahkan menjadi pemimpin dunia di masa depan.

Meraih beasiswa di luar negeri tidak memerlukan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) cum laude ataupun mengikuti ratusan organisasi. Informasi bahwa biayanya super mahal atau tidak didanai secara penuh juga merupakan mitos belaka. Terdapat ribuan beasiswa yang tersebar dan tidak semua beasiswa memiliki kriteria yang menyulitkan.

“Langkah nomor satu, kita harus mengetahui beasiswanya apa saja. Karena faktor penentu yang sulit itu beasiswanya, kalau kampus dapat Letter of Acceptance/LoA (Surat Penerimaan), lihat persyaratannya apakah saya memenuhi syarat atau tidak. Sehingga kita tidak salah melangkah untuk beasiswa yang kita incar,” pungkasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!