Atasi Limbah, Tim Mahasiswa UGM Ubah Sarung Tangan Lateks Jadi Bahan Bakar Diesel
Selasa, 24 Agustus 2021 - 12:05 WIB
Tim ini beranggotakan 4 mahasiswa yakni, Mandrea Nora (Ketua/2019), Aditya Yuan Pramudyansyah (2018), Rangga Indra Riwansyah (2019) dan Nanda Tasqia Amaranti (2019) serta didampingi Dosen Kimia FMIPA UGM Mokhammad Fajar Pradipta.
Awal mula terbentuknya inovasi ini, menurut Mandrea Nora, berawal saat beberapa anggota tim diskusi mengenai permasalahan limbah medis akibat pandemi Covid-19 ini. Setelah diskusi dan membaca beberapa literatur akhirnya terbersit ide tersebut untuk diajukan sebagai proposal PKM RE.
Baca juga: Maksimalkan Riset di Kampus, Kemendikbudristek Buka Program Riset Keilmuan
“Kami menemukan bahwa sarung tangan lateks memiliki komposisi kimia utama yaitu polimer Poliisoprena. Di mana poliisoprena ini apabila dipirolisi nantinya akan menghasilkan senyawa hidrokarbon berupa Limonena. Limonena merupakan senyawa hidrokarbon dengan fraksi C10 yang memiliki potensi tinggi untuk diterapkan sebagai bahan bakar diesel,” katanya melansir laman resmi UGM di ugm.ac.id, Selasa (24/8/2021).
Proses pengolahan limbah sarung tangan lateks menjadi bahan bakar ini dilakukan dengan metode pirolisis. Pirolisis sarung tangan lateks dilakukan pada suhu 350 derajat celcius selama 3 jam sehingga nantinya didapatkan minyak hasil pirolisis.
Awal mula terbentuknya inovasi ini, menurut Mandrea Nora, berawal saat beberapa anggota tim diskusi mengenai permasalahan limbah medis akibat pandemi Covid-19 ini. Setelah diskusi dan membaca beberapa literatur akhirnya terbersit ide tersebut untuk diajukan sebagai proposal PKM RE.
Baca juga: Maksimalkan Riset di Kampus, Kemendikbudristek Buka Program Riset Keilmuan
“Kami menemukan bahwa sarung tangan lateks memiliki komposisi kimia utama yaitu polimer Poliisoprena. Di mana poliisoprena ini apabila dipirolisi nantinya akan menghasilkan senyawa hidrokarbon berupa Limonena. Limonena merupakan senyawa hidrokarbon dengan fraksi C10 yang memiliki potensi tinggi untuk diterapkan sebagai bahan bakar diesel,” katanya melansir laman resmi UGM di ugm.ac.id, Selasa (24/8/2021).
Proses pengolahan limbah sarung tangan lateks menjadi bahan bakar ini dilakukan dengan metode pirolisis. Pirolisis sarung tangan lateks dilakukan pada suhu 350 derajat celcius selama 3 jam sehingga nantinya didapatkan minyak hasil pirolisis.
Lihat Juga :