Seperti Ini Strategi Pemerintah untuk Berantas Buta Aksara
Minggu, 05 September 2021 - 17:49 WIB
"Kita memutakhirkan data buta aksara ini lewat berbagai platform. Salah satunya kerjasama dengan BPS dari hasil sensus dan survei yang tentunya punya data akurat," katanya pada taklimat media Peringatan Hari Aksara Internasional secara daring, Sabtu (4/9/2021).
Baca juga: 5 Penerbit Buku yang Menerima Naskah Penulis Pemula
Strategi berikutnya, terang Jumeri, adanya program pengembangan program pembelajaran yang inovatif. Yakni dengan layanan program secara daring sehingga bisa memperluas sasaran dalam pemberantasan buta aksara.
Dia menjelaskan, strategi penuntasan buta aksara juga dilakukan dengan berfokus menjalankan program pada wilayah atau daerah-daerah yang angka buta aksaranya lebih tinggi dari daerah lain.
"Daerah lain tetap kita sentuh. Tapi fokus pengembangan lebih spesifik dan masif di daerah yang relatif tinggi angka buta aksaranya seperti di Papua, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat dan lainnya," ujarnya.
Menurutnya, pemberantasan buta aksara tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kemendikbudristek. Melainkan harus ada jejaring dengan pihak lain. Seperti pemerhati literasi, pemerhati keaksaraan, pemerintah daerah dan juga kementerian dan lembaga lain.
Baca juga: 5 Penerbit Buku yang Menerima Naskah Penulis Pemula
Strategi berikutnya, terang Jumeri, adanya program pengembangan program pembelajaran yang inovatif. Yakni dengan layanan program secara daring sehingga bisa memperluas sasaran dalam pemberantasan buta aksara.
Dia menjelaskan, strategi penuntasan buta aksara juga dilakukan dengan berfokus menjalankan program pada wilayah atau daerah-daerah yang angka buta aksaranya lebih tinggi dari daerah lain.
"Daerah lain tetap kita sentuh. Tapi fokus pengembangan lebih spesifik dan masif di daerah yang relatif tinggi angka buta aksaranya seperti di Papua, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat dan lainnya," ujarnya.
Menurutnya, pemberantasan buta aksara tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kemendikbudristek. Melainkan harus ada jejaring dengan pihak lain. Seperti pemerhati literasi, pemerhati keaksaraan, pemerintah daerah dan juga kementerian dan lembaga lain.
Lihat Juga :