Pakar Mikrobiota Usus: Diet Bisa Berdampak Negatif terhadap Kesehatan Mental
Senin, 27 September 2021 - 22:19 WIB
Hal itu disampaikan Prof. Dr. Lukas Van Oudenhove, MD, PhD selaku pembicara rangkaian webinar Power Talk Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L) dengan tema “The Microbiota- Gut – Brain Axis: Hype or Revolution?”. Webinar yang digelar ini merupakan rangkaian kegiatan proyek kemanusiaan sebagai salah satu implementasi sustainable goals.
Microbiome usus berperan penting dalam fungsi fisiologis, di antaranya memfasilitasi metabolisme, membantu memperkuat stabilitas lapisan penghalang usus, memberikan nutrisi bagi sel usus, serta menghasilkan neurotransmitter.
Baca juga: Transisi, ITB Mulai Selenggarakan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas
Lukas Van Oudenhove yang juga merupakan Associate Research Professor, Laboratory for Brain-Gut Axis Studies (LaBGAS), Katholieke Universiteit (KU) Leuven menyatakan bahwa stres dapat mengganggu hubungan yang biasanya stabil antara bakteri usus dan inangnya, sehingga menimbulkan inflamasi usus.
“Memberikan makanan dan minuman yang dikenal sebagai sumber probiotik penting untuk fungsi sistem imunitas tidak hanya mengatasi peradangan, tapi juga mengurangi perilaku terkait stress,” kata Lukas. Adapun makanan sumber probiotik misalnya, tempe, kimchi, Sauerkraut (fermentasi sayur), yoghurt dan lain sebagainya.
Microbiome usus berperan penting dalam fungsi fisiologis, di antaranya memfasilitasi metabolisme, membantu memperkuat stabilitas lapisan penghalang usus, memberikan nutrisi bagi sel usus, serta menghasilkan neurotransmitter.
Baca juga: Transisi, ITB Mulai Selenggarakan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas
Lukas Van Oudenhove yang juga merupakan Associate Research Professor, Laboratory for Brain-Gut Axis Studies (LaBGAS), Katholieke Universiteit (KU) Leuven menyatakan bahwa stres dapat mengganggu hubungan yang biasanya stabil antara bakteri usus dan inangnya, sehingga menimbulkan inflamasi usus.
“Memberikan makanan dan minuman yang dikenal sebagai sumber probiotik penting untuk fungsi sistem imunitas tidak hanya mengatasi peradangan, tapi juga mengurangi perilaku terkait stress,” kata Lukas. Adapun makanan sumber probiotik misalnya, tempe, kimchi, Sauerkraut (fermentasi sayur), yoghurt dan lain sebagainya.
Lihat Juga :