Akademisi: Bangkitkan Nilai dan Makna Pancasila bagi Generasi Milenial
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 05:00 WIB
“Sebenarnya kalau saya lihat, peran dari ketua DPR kan sangat berat. Harus bisa menjadi contoh, harus bisa menyatukan seluruh kekuatan politik yang ada di parlemen dan Seluruh kekuatan fraksi-fraksi yang punya kursi, dan menampung aspirasi masyarakat,” terang Dosen PR Politik dan Riset Opini Publik tersebut.
Baca juga: Sekjen PBNU: Pancasila Harus Dipertahankan di Tengah Ancaman Ideologi Transnasional
Selain itu, Ketua DPR juga dituntut mampu menjadi representasi tunggal dari parlemen yang di isi oleh 575 angggota parlemen. Puan Maharani dituntut bisa menjaga betul marwah politinya, komunikasi politiknya, pesan politiknya, supaya tidak menyinggung. Baik pihak-pihak yang berada di dalam parlemen maupun publik yang berada di luar parlemen.
Hal ini tentu saja bukan perkara yang mudah, satu sisi menjaga citra diri dan kedua menjaga citra parlemen. Ini melekat. Artinya, kalau saat ini Puan lebih banyak ke lapangan dan melihat langsung kondisi masyarakat, sebenarnya ini merupakan langkah nyata Puan Maharani untuk menyerap bagaimana kehidupan masyarakat berjalan.
“Jadi, kalau mau ditanya sebenarnya apa sih manfaat pancasila? Manfaat pancasila adalah menyatukan. Menyatukan kebhinekaan itu sendiri. Bhineka Tunggal Ika itu kalau dipasang di bawah gambar burung Garuda sudah tepat. Karena memang pancasilan itu menyatukan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda suku dan agama,” terangnya.
Dia melihat, pancasila bisa dijadikan salah satu sarana untuk menjelaskan kepada generasi milenial maupun generasi Z, tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta menghormati kebhinekaan. Dia mencontohkan, saat dirinya lahir sudah berbeda-beda, baik dari latar belakang suku dan budaya.
Baca juga: Sekjen PBNU: Pancasila Harus Dipertahankan di Tengah Ancaman Ideologi Transnasional
Selain itu, Ketua DPR juga dituntut mampu menjadi representasi tunggal dari parlemen yang di isi oleh 575 angggota parlemen. Puan Maharani dituntut bisa menjaga betul marwah politinya, komunikasi politiknya, pesan politiknya, supaya tidak menyinggung. Baik pihak-pihak yang berada di dalam parlemen maupun publik yang berada di luar parlemen.
Hal ini tentu saja bukan perkara yang mudah, satu sisi menjaga citra diri dan kedua menjaga citra parlemen. Ini melekat. Artinya, kalau saat ini Puan lebih banyak ke lapangan dan melihat langsung kondisi masyarakat, sebenarnya ini merupakan langkah nyata Puan Maharani untuk menyerap bagaimana kehidupan masyarakat berjalan.
“Jadi, kalau mau ditanya sebenarnya apa sih manfaat pancasila? Manfaat pancasila adalah menyatukan. Menyatukan kebhinekaan itu sendiri. Bhineka Tunggal Ika itu kalau dipasang di bawah gambar burung Garuda sudah tepat. Karena memang pancasilan itu menyatukan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda suku dan agama,” terangnya.
Dia melihat, pancasila bisa dijadikan salah satu sarana untuk menjelaskan kepada generasi milenial maupun generasi Z, tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta menghormati kebhinekaan. Dia mencontohkan, saat dirinya lahir sudah berbeda-beda, baik dari latar belakang suku dan budaya.
Lihat Juga :