Tim Mahasiswa Teknik UGM Raih Juara 1 Itera National Paper Competition 2021

Senin, 11 Oktober 2021 - 11:22 WIB
Sasa menjelaskan pembuatan paper ini adalah dengan melihat luasnya wilayah hutan yang disalahgunakan oleh sebagian oknum tidak bertanggung jawab dengan melakukan pembukaan perkebunan kelapa sawit dan illegal logging. Akibatnya adalah terjadi kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan.

“Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab utama Indonesia berada pada urutan keempat sebagai negara penyumbang emisi karbon tertinggi di dunia. Masalah utama yang menjadi sorotan pemerintah akibat kebakaran hutan adalah ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Pada tahun 2019, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 61.017 penduduk Riau terserang ISPA akibat asap kebakaran hutan. Selain itu, Indonesia terkenal akan melimpahnya potensi sumber daya alam bauksit,” papar Sasa dilansir dari laman resmi UGM, Senin (11/10/2021).

Baca juga: UGM Menempati Peringkat ke-5 Terbaik di Indonesia versi THE WUR 2022

Selanjutnya, Sasa menyampaikan Badan Pusat Statistik mencatat 16.592.187,00 ton bauksit pada 2021 dan sebagian besar berada di wilayah Sumatra (BPS, 2021). Melalui Perjanjian Paris 2015, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon sebanyak 29% pada tahun 2030 dengan upaya sendiri.

“Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi pemanfaatan limbah tailing bauksit sebagai bentuk pemanfaatan kembali dari limbah yang sudah tidak terpakai untuk mengatasi asap akibat bencana kebakaran hutan sekaligus menurunkan gas emisi karbon. Kami memberi nama 'REPAF',” terang Sasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!