Tim Mahasiswa Teknik UGM Raih Juara 1 Itera National Paper Competition 2021
Senin, 11 Oktober 2021 - 11:22 WIB
Komponen pada REPAF menurut Sasa terdiri dari beberapa bagian. Pertama, tempat menaruh zeolit yang sudah dimampatkan dari hasil proses kristalisasi. Kedua, jaring-jaring dan ketiga tiang dari alumunium berbentuk seperti panel billboard.
“Sistem REPAF mampu menyerap gas CO2 dengan kapasitas penyerapan mencapai 6.4 mmol/g zeolit, jika dibandingkan dengan zeolit berbahan baku alam aktif dengan kapasitas penyerapan CO2 1,165 mmol/g zeolit, REPAF memiliki efektivitas penyerapan CO2 yang lebih tinggi. Penerapan sistem REPAF terbukti layak secara ekonomi. Hal ini didasarkan pada hasil analisis keekonomian yang menunjukkan adanya Return of Investment sekitar 40% dan keuntungan dari hasil penjualan dapat menyejahterakan masyarakat sekitar yaitu menurut BEP adalah setahun setelah pemasangan REPAF,” papar Sasa.
Dari pengajuan inovasi ini, Sasa dkk. berharap bisa menjadi solusi bagi pemerintah dalam menangani kasus kebakaran hutan di Indonesia sehingga tidak sekadar mengandalkan pemadam kebakaran dan hujan yang datang sewaktu-waktu. “Selain itu, inovasi kami juga dapat membantu menyukseskan program SGDs tahun 2030,” tutur Sasa.
“Sistem REPAF mampu menyerap gas CO2 dengan kapasitas penyerapan mencapai 6.4 mmol/g zeolit, jika dibandingkan dengan zeolit berbahan baku alam aktif dengan kapasitas penyerapan CO2 1,165 mmol/g zeolit, REPAF memiliki efektivitas penyerapan CO2 yang lebih tinggi. Penerapan sistem REPAF terbukti layak secara ekonomi. Hal ini didasarkan pada hasil analisis keekonomian yang menunjukkan adanya Return of Investment sekitar 40% dan keuntungan dari hasil penjualan dapat menyejahterakan masyarakat sekitar yaitu menurut BEP adalah setahun setelah pemasangan REPAF,” papar Sasa.
Dari pengajuan inovasi ini, Sasa dkk. berharap bisa menjadi solusi bagi pemerintah dalam menangani kasus kebakaran hutan di Indonesia sehingga tidak sekadar mengandalkan pemadam kebakaran dan hujan yang datang sewaktu-waktu. “Selain itu, inovasi kami juga dapat membantu menyukseskan program SGDs tahun 2030,” tutur Sasa.
(mpw)
Lihat Juga :