Tim Mahasiswa Teknik UGM Raih Juara 1 Itera National Paper Competition 2021

Senin, 11 Oktober 2021 - 11:22 WIB
loading...
Tim Mahasiswa Teknik...
Mahasiswa Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih juara 1 pada ITERA National Paper Competition (INPC) 2021. Foto/Dok/UGM
A A A
JAKARTA - Mahasiswa Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih juara 1 pada ITERA National Paper Competition (INPC) 2021. Tim mahasiswa UGM terdiri dari Sasa Aulia, Teknik Fisika 20; Al Ainna Assyifa, Teknik Geologi 20; dan Larasati Aditama, Teknik Sipil 20.

Kompetisi yang digelar oleh Institut Teknologi Sumatera (Itera) meliputi tiga tahap yakni pengumpulan abstrak pada 10 Agustus 2021 (194 tim), pengumpulan full paper pada 10 September (50 tim), kemudian tahap pembuatan video dan presentasi pada 3 Oktober 2021 (10 tim).

Baca juga: Dukung Kampus Merdeka, IPB University dan Universitas Pakuan Kolaborasi Penelitian

Sasa dan tim mengusulkan paper yang berjudul “Red Mud Panel Air Purifier (REPAF): Inovasi Teknologi Berbahan Baku Tailing Bauksit Sebagai Penyerap Asap Kebakaran Hutan di Riau Dalam Upaya Mewujudkan Target SDGs 2030”.

Sasa menjelaskan pembuatan paper ini adalah dengan melihat luasnya wilayah hutan yang disalahgunakan oleh sebagian oknum tidak bertanggung jawab dengan melakukan pembukaan perkebunan kelapa sawit dan illegal logging. Akibatnya adalah terjadi kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan.

“Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab utama Indonesia berada pada urutan keempat sebagai negara penyumbang emisi karbon tertinggi di dunia. Masalah utama yang menjadi sorotan pemerintah akibat kebakaran hutan adalah ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Pada tahun 2019, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 61.017 penduduk Riau terserang ISPA akibat asap kebakaran hutan. Selain itu, Indonesia terkenal akan melimpahnya potensi sumber daya alam bauksit,” papar Sasa dilansir dari laman resmi UGM, Senin (11/10/2021).

Baca juga: UGM Menempati Peringkat ke-5 Terbaik di Indonesia versi THE WUR 2022

Selanjutnya, Sasa menyampaikan Badan Pusat Statistik mencatat 16.592.187,00 ton bauksit pada 2021 dan sebagian besar berada di wilayah Sumatra (BPS, 2021). Melalui Perjanjian Paris 2015, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon sebanyak 29% pada tahun 2030 dengan upaya sendiri.

“Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi pemanfaatan limbah tailing bauksit sebagai bentuk pemanfaatan kembali dari limbah yang sudah tidak terpakai untuk mengatasi asap akibat bencana kebakaran hutan sekaligus menurunkan gas emisi karbon. Kami memberi nama 'REPAF',” terang Sasa.

Komponen pada REPAF menurut Sasa terdiri dari beberapa bagian. Pertama, tempat menaruh zeolit yang sudah dimampatkan dari hasil proses kristalisasi. Kedua, jaring-jaring dan ketiga tiang dari alumunium berbentuk seperti panel billboard.

“Sistem REPAF mampu menyerap gas CO2 dengan kapasitas penyerapan mencapai 6.4 mmol/g zeolit, jika dibandingkan dengan zeolit berbahan baku alam aktif dengan kapasitas penyerapan CO2 1,165 mmol/g zeolit, REPAF memiliki efektivitas penyerapan CO2 yang lebih tinggi. Penerapan sistem REPAF terbukti layak secara ekonomi. Hal ini didasarkan pada hasil analisis keekonomian yang menunjukkan adanya Return of Investment sekitar 40% dan keuntungan dari hasil penjualan dapat menyejahterakan masyarakat sekitar yaitu menurut BEP adalah setahun setelah pemasangan REPAF,” papar Sasa.

Dari pengajuan inovasi ini, Sasa dkk. berharap bisa menjadi solusi bagi pemerintah dalam menangani kasus kebakaran hutan di Indonesia sehingga tidak sekadar mengandalkan pemadam kebakaran dan hujan yang datang sewaktu-waktu. “Selain itu, inovasi kami juga dapat membantu menyukseskan program SGDs tahun 2030,” tutur Sasa.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Rekomendasi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Berita Terkini
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Infografis
Rute Pawai Akbar Persib...
Rute Pawai Akbar Persib Bandung Juara Liga 1 2024/2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved