Ini Dia Penulisan Bahasa Indonesia yang Sering Salah dan Cara Memperbaikinya

Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:07 WIB
Namun, jika tidak digunakan untuk menyapa atau mengacu pada objek, maka kata-kata yang menyatakan kerabat tidak perlu ditulis dalam huruf kapital, misalnya “Saya punya seorang kakak laki-laki dan dua adik perempuan”.

Cara Mengatasi Salah Kaprah KBBI

Nah, itu dia beberapa contoh kosakata dan ejaan yang sering salah. Jadi, mulai sekarang biasakan untuk menulis dalam format yang benar ya. Untuk mengatasi kesalahan penulisan, kamu bisa menggunakan beberapa tips ini, antara lain:

Perbanyak Membaca

Hal pertama dan yang paling penting kamu lakukan adalah rajin-rajinlah membaca. Biasakanlah untuk membaca setiap hari. Kamu bisa membaca hal-hal yang kamu senangi atau membuat penasaran, misalnya dari berita di koran, majalah, blog bahkan komik dan novel. Rajin membaca bermanfaat untuk memperkaya kosakata. Sehingga, kamu akan terbiasa melihat penggunaan kosakata dan ejaan yang tepat dalam kalimat. Karena, tak menutup kemungkinan jika kamu akan sering menemui soal-soal berbasis bacaan di berbagai ujian, seperti UTBK atau ujian sekolah.

Mencatat Kosakata Baru

Nah, saat kamu membaca, biasakanlah untuk mencatat kosakata baru yang belum kamu pahami. Lewat cara ini, kamu terbiasa mengamati kosakata baru, sehingga memiliki perbendaharaan kata yang lebih kaya. Jangan lupa untuk mengecek kosakata yang kamu catat di KBBI atau PUEBI.

Belajar Menulis Deskripsi

Setelah memiliki perbendaharaan kosakata, ada baiknya jika kosakata yang sudah kamu catat tadi diterapkan langsung ke dalam tulisan. Caranya, kamu bisa mulai menulis deskripsi dari hal yang terjadi di sekitarmu. Kamu tentu sudah tahu kan apa itu deskripsi? Ya, betul sekali, deskripsi adalah teks yang digunakan untuk menggambarkan suatu objek.

Menulis deskripsi bisa kamu manfaatkan untuk melatih kemampuan menulis secara lebih natural, informatif dan detail. Kamu menerapkannya pada berbagai jenis tulisan, feature misalnya. Saat menulis feature, kamu harus menggunakan seluruh panca indera untuk menangkap objek yang ingin kamu tulis.

Mulailah menulis objek yang paling mudah, seperti aktivitas keluarga di rumah. Misalnya kamu sedang melihat kakekmu sedang minum kopi di teras. Kamu bisa menulis deskripsi seperti ini “Seorang pria berusia lanjut sedang duduk di atas kursi kayu. Di depannya terdapat meja berbentuk bundar. Sesekali dia menggaruk kepalanya yang sudah ditutupi rambut putih itu, sembari menyeruput secangkir kopi panas yang sedari tadi bertengger di atas meja”.

Menulis deskripsi sangat baik untuk melatih kemampuan menulis. Apalagi, penulisan Bahasa Indonesia menjadi satu di antara topik yang sering muncul di setiap soal TPS UTBK SBMPTN. Semoga informasi ini bisa menjadi referensi belajarmu. Selamat mencoba!
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!