7 Macam Beasiswa yang Bisa Dipilih untuk Kuliah di Prancis, Tertarik?

Senin, 08 November 2021 - 11:51 WIB
Islamic Development Bank (IsDB), dalam rangka pengembangan negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dan komunitas-komunitas muslim, terutama melalui program beasiswa pendidikan dan penelitan, menjalin kerja sama pembiayaan dengan puluhan negara.

Beasiswa ini diberikan dalam bentuk cicilan pinjaman tanpa bunga (qard hassan). Penggantian pinjaman dilakukan setelah siswa menyelesaikan studi mereka dan mendapatkan pekerjaan. Penggantian dibayarkan ke perwalian dana pendidikan di Negara masing-masing. Dana yang terkumpul akan didaur ulang menjadi beasiswa baru yang ditawaran kepada siswa dari negara yang sama.

Program tersebut bertujuan agar para penerima beasiswa dapat menjadi garda depan pembangunan negara mereka masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan maupun penelitian mereka.

6. Beasiswa Institusi Pendidikan Tinggi Prancis

Mahasiswa master di ISAE-SUPAERO (tidak termasuk gelar ganda) bisa mendapatkan keuntungan bantuan pembiayaan dari Yayasan ISAE-SUPAERO dan mitranya, yaitu Airbus, Thalès, MBDA, TSAE.

Beasiswa ini berlaku selama dua tahun pelatihan Master of Science, mencakup biaya pendidikan penuh dan biaya hidup sebagian.

Untuk mengajukan beasiswa, Anda harus terlebih dahulu mengajukan aplikasi untuk Master in Science Aerospace Engineering. Kemudian Anda dapat mengajukan permohonan bantuan pembiayaan sesuai dengan tenggat waktu yang diumumkan (Anda dapat mengajukan satu atau lebih beasiswa).

Untuk pelajar Indonesia, tersedia beasiswa MBDA Program of Excellence for Indonesia yang mencakup biaya hidup sebesar 8.000€/tahun.

7. Beasiswa Kartini Sains

Pemerintah Prancis, melalui Institut Prancis di Indonesia (IFI)–Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, meluncurkan program Beasiswa Kartini Sains.

Beasiswa Kartini Sains mendanai pendidikan mahasiswa wanita tingkat master di bidang sains murni dan bertujuan untuk memperkuat posisi wanita dalam ranah penelitian ilmiah. Menurut UNESCO, peneliti wanita dunia hanya berjumlah 30% saja. Untuk itu, Prancis dengan bangga mendukung keberhasilan Indonesia yang memiliki jumlah peneliti wanita yang menonjol dari angka rata-rata dunia (46%).
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!