Akademisi Unair Diakui sebagai Top 0,1% Pakar Helicobacter Pylori di Dunia

Kamis, 18 November 2021 - 00:12 WIB
Di mana 80 di antaranya membahas mengenai Helicobacter pylori. Sehingga tak heran jika Expertscape menyebutnya sebagai “Pakar Dunia”.

Saat meneliti bakteri pylori, dr Miftah pernah harus mengumpulkan 1.000 orang untuk mendapatkan 100 bakteri. Sambil membawa alat endoskopi, ia mulai berkeliling Nusantara.

Baca juga: Viral! IPK 2 Koma, Mahasiswi Ini Malah Lolos Beasiswa LPDP ke Inggris

Di Indonesia sendiri, jelas dr Miftah, bakteri pylori tinggi hanya pada etnik tertentu. Di antaranya Suku Batak, Bugis, Papua, dan Timor. Sedangkan suku dominan seperti Jawa, Sunda, atau Melayu mempunyai prevalensi bakteri pylori yang rendah bahkan hanya di angka dua persen.

“Angka dua % itu kan artinya dari 100 orang hanya dua orang yang positif. Dibandingkan dengan Suku Batak yang mencapai 40 % atau Suku Bugis yang sekitar 38 %,” papar Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi (IDI) UNAIR itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!