Pendidikan Berpikir Tingkat Tinggi Indonesia Tertinggal 20 Tahun dari Malaysia
Rabu, 24 November 2021 - 16:33 WIB
Baca juga: 5 Tips untuk Mendapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Demikian pula, dalam aspek evaluasi pembelajaran. Penelitian yang dilakukan dalam rentang waktu 2017-2018, melaporkan bahwa sebanyak 80% guru ekonomi mengalami kesulitan dalam mengembangkan instrumen untuk mengukur KBTT. Berdasarkan persepsi siswa, hanya 8% soal yang dibuat guru dapat mengukur KBTT.
Selanjutnya dilaporkan pula bahwa hanya 12% soal yang dibuat guru yang berada pada jenjang kognitif tinggi, sedangkan 88% lainnya berada pada jenjang kognitif rendah dan menengah. Temuan ini merefleksikan adanya defisit kompetensi guru dalam mengembangkan instrumen penilaian berbasis KBTT.
"Karena itu kita harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dengan membuat perencanaan dan penerapan KBTT. Kemudian meningkatkan SDM tenaga pengajar," imbuh dia.
Demikian pula, dalam aspek evaluasi pembelajaran. Penelitian yang dilakukan dalam rentang waktu 2017-2018, melaporkan bahwa sebanyak 80% guru ekonomi mengalami kesulitan dalam mengembangkan instrumen untuk mengukur KBTT. Berdasarkan persepsi siswa, hanya 8% soal yang dibuat guru dapat mengukur KBTT.
Selanjutnya dilaporkan pula bahwa hanya 12% soal yang dibuat guru yang berada pada jenjang kognitif tinggi, sedangkan 88% lainnya berada pada jenjang kognitif rendah dan menengah. Temuan ini merefleksikan adanya defisit kompetensi guru dalam mengembangkan instrumen penilaian berbasis KBTT.
"Karena itu kita harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dengan membuat perencanaan dan penerapan KBTT. Kemudian meningkatkan SDM tenaga pengajar," imbuh dia.
(mpw)
Lihat Juga :