Jarang Masuk tapi Murah Nilai Bikin Sekum PP Muhammadiyah Jadi Dosen Favorit
Senin, 29 November 2021 - 18:00 WIB
Pemuda tersebut lalu bertanya, memastikan identitas Mu’ti. "Mohon maaf, apakah Bapak Pak Abdul Mu'ti?" tanya sang pemuda. Mu’ti membenarkan dan balik menanyakan identitas pemuda tersebut yang dijawab bahwa dia dulu mahasiswa Mu’ti di perguruan tinggi Muhammadiyah.
Setelah berbincang berbagai hal mengenai profesi, keluarga, dan sebagainya, satu hal yang menggelitik Mu’ti adalah bagaimana pemuda itu masih mengingatnya. Pemuda itu mengaku sangat hapal nada bicara dan suara Mu’ti sebagai dosen favoritnya.
Baca juga: Jalin Kerja Sama dengan RS PKU Muhammadiyah Gombong, MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing
Jawaban itu membuat Mu’ti sedikit besar kepalasekaligus penasaran. Apa sebenarnya yang membuat pemuda itu menjadikannya sebagai dosen favorit?
Sambil tersipu-sipu sang pemuda menjawab singkat. "Ada dua alasan. Pertama, Bapak jarang masuk. Kedua, nilai dari Bapak murah. Bagus-bagus,” kata pemuda itu yang disambut tawa Mu’ti.
Setelah berbincang berbagai hal mengenai profesi, keluarga, dan sebagainya, satu hal yang menggelitik Mu’ti adalah bagaimana pemuda itu masih mengingatnya. Pemuda itu mengaku sangat hapal nada bicara dan suara Mu’ti sebagai dosen favoritnya.
Baca juga: Jalin Kerja Sama dengan RS PKU Muhammadiyah Gombong, MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing
Jawaban itu membuat Mu’ti sedikit besar kepalasekaligus penasaran. Apa sebenarnya yang membuat pemuda itu menjadikannya sebagai dosen favorit?
Sambil tersipu-sipu sang pemuda menjawab singkat. "Ada dua alasan. Pertama, Bapak jarang masuk. Kedua, nilai dari Bapak murah. Bagus-bagus,” kata pemuda itu yang disambut tawa Mu’ti.
(muh)
Lihat Juga :