Suplai Listrik, PLTS Portabel Buatan Mahasiswa ITB Raih Juara 1
Kamis, 09 Desember 2021 - 12:32 WIB
Secara garis besar, SPITS memiliki dua sistem, yaitu photovoltaic off grid dan sistem manajemen energi. Kedua sistem ini saling terintegrasi. Panel surya akan menangkap intensitas cahaya matahari dan energi yang didapatkan akan disimpan pada baterai yang selanjutnya dapat dimanfaatkan masyarakat. Alat ini mampu menghasilkan daya 80 watt.
Baca juga: Ini Ulasan dan Rekomendasi Terkait Erupsi Gunung Semeru dari Pakar ITS
“Sistem manajemen energi akan membantu pengguna untuk mengetahui besar daya, tegangan, dan arus yang digunakan, serta kapasitas daya pada baterai,” imbuh Dicky.
Kelebihan yang ditawarkan alat ini adalah memiliki tegangan AC (220 V) dan DC (12 V) sehingga dapat digunakan untuk berbagai peralatan listrik, memiliki sistem manajemen energi, bersifat portable, ramah lingkungan, dan tidak berisik. Harga pokok produksinya senilai Rp3.465.000.
SPITS merupakan alat yang dikembangkan atas kerja sama berbagai pihak di antaranya dosen pembimbing mereka, Wervyan Shalannanda, S.T., M.T dari kelompok keahlian Teknik Telekomunikasi, dan Dr. Ir. Agus Purwadi, M.T dari kelompok keahlian Teknik Ketenagalistrikan.
Alumni Teknik Tenaga Listrik 15, yakni Abdurrauf Irsal dan Muhammad Alif Mi’raj Jabbar, serta Adelia Kurniadi (Teknik Geologi 18), juga turut terlibat dalam pembuatannya. Alat ini sudah menjalani pengujian photovoltaic dan tegangan output yang dihasilkan AC (224 V) dengan frekuensi 49,9 Hz. Nilai tegangan dan frekuensi tersebut sudah sesuai dengan SPLN 1:1995.
Baca juga: Ini Ulasan dan Rekomendasi Terkait Erupsi Gunung Semeru dari Pakar ITS
“Sistem manajemen energi akan membantu pengguna untuk mengetahui besar daya, tegangan, dan arus yang digunakan, serta kapasitas daya pada baterai,” imbuh Dicky.
Kelebihan yang ditawarkan alat ini adalah memiliki tegangan AC (220 V) dan DC (12 V) sehingga dapat digunakan untuk berbagai peralatan listrik, memiliki sistem manajemen energi, bersifat portable, ramah lingkungan, dan tidak berisik. Harga pokok produksinya senilai Rp3.465.000.
SPITS merupakan alat yang dikembangkan atas kerja sama berbagai pihak di antaranya dosen pembimbing mereka, Wervyan Shalannanda, S.T., M.T dari kelompok keahlian Teknik Telekomunikasi, dan Dr. Ir. Agus Purwadi, M.T dari kelompok keahlian Teknik Ketenagalistrikan.
Alumni Teknik Tenaga Listrik 15, yakni Abdurrauf Irsal dan Muhammad Alif Mi’raj Jabbar, serta Adelia Kurniadi (Teknik Geologi 18), juga turut terlibat dalam pembuatannya. Alat ini sudah menjalani pengujian photovoltaic dan tegangan output yang dihasilkan AC (224 V) dengan frekuensi 49,9 Hz. Nilai tegangan dan frekuensi tersebut sudah sesuai dengan SPLN 1:1995.
Lihat Juga :