Ini Tips dan Trik Penulisan Artikel untuk Publikasi Ilmiah
Sabtu, 25 Desember 2021 - 20:15 WIB
Sebelum melakukan publikasi, seorang penulis harus memahami tujuan dari penulisan artikel tersebut. Foto/Ist
JAKARTA - Sebelum melakukan publikasi, seorang penulis harus memahami tujuan dari penulisan artikel tersebut. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Irwansyah dari Universitas Hasanudin pada Lokakarya Pendampingan Penulisan Tugas Akhir Magister dan Doktor yang dihelat Prodi Kajian Ilmu Kepolisian (KIK) Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair).
Prof. Irwan dalam presentasinya menyampaikan tentang “Strategi Penulisan Naskah di Jurnal Bereputasi.” Menurutnya, selain paham tujuan dari penulisan, perlu dipahami juga mengenai standar substansi, standar tata kelola (meliputi author guidelines dan template), serta trik dan strateginya.
Baca juga: 5 Persiapan untuk Dapat Beasiswa S2 di Kampus Terbaik Luar Negeri
Selanjutnya, Prof. Irwan juga menyatakan, artikel yang bersumber dari tesis atau disertasi harus difokuskan pembahasannya. Artikel yang akan diterbitkan tidak menyalin semua tesis atau disertai, tetapi memilih satu rumusan masalah yang mewakili dari gagasan yang dibahas.
“Tesis pada umumnya membahas dua rumusan masalah, sedangkan disertasi pada umumnya membahas tiga rumusan masalah. Agar nantinya tulisan-tulisan yang akan dimuat di jurnal tidak lagi bekerja dua kali, makanya nanti tulisan cukup bersumber dari naskah tesis atau disertasinya. Dari dua atau tiga rumusan masalah itu dipilih hanya satu yang mewakili gagasan untuk difokuskan dalam membuat tulisan,” katanya melansir laman unair.ac.id, Sabtu (25/12/2021).
Prof. Irwan dalam presentasinya menyampaikan tentang “Strategi Penulisan Naskah di Jurnal Bereputasi.” Menurutnya, selain paham tujuan dari penulisan, perlu dipahami juga mengenai standar substansi, standar tata kelola (meliputi author guidelines dan template), serta trik dan strateginya.
Baca juga: 5 Persiapan untuk Dapat Beasiswa S2 di Kampus Terbaik Luar Negeri
Selanjutnya, Prof. Irwan juga menyatakan, artikel yang bersumber dari tesis atau disertasi harus difokuskan pembahasannya. Artikel yang akan diterbitkan tidak menyalin semua tesis atau disertai, tetapi memilih satu rumusan masalah yang mewakili dari gagasan yang dibahas.
“Tesis pada umumnya membahas dua rumusan masalah, sedangkan disertasi pada umumnya membahas tiga rumusan masalah. Agar nantinya tulisan-tulisan yang akan dimuat di jurnal tidak lagi bekerja dua kali, makanya nanti tulisan cukup bersumber dari naskah tesis atau disertasinya. Dari dua atau tiga rumusan masalah itu dipilih hanya satu yang mewakili gagasan untuk difokuskan dalam membuat tulisan,” katanya melansir laman unair.ac.id, Sabtu (25/12/2021).
Lihat Juga :