Mahasiswa UI Raih 2 Penghargaan pada Ajang Rekayasa Kualitas Tingkat Nasional

Jum'at, 11 Februari 2022 - 21:14 WIB
Tim SQEos dan Tim Bikun dari FTUI raih juara pertama dan kedua pada ajang Kompetisi Rekayasa Kualitas Tingkat Nasional (KRKTN). Foto/Dok/Humas UI
JAKARTA - Tim SQEos dan Tim Bikun dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia ( FTUI ), meraih juara pertama dan kedua pada ajang Kompetisi Rekayasa Kualitas Tingkat Nasional (KRKTN) ke-8. Kompetisi ini diselenggarakan Laboratorium Rekayasa Kualitas, Teknik Industri, Universitas Trisakti. Kedua tim tersebut menyisihkan 21 tim lainnya yang berasal dari 15 universitas di Indonesia.

Pada kompetisi tersebut, peserta diminta untuk menjawab persoalan PT XYZ yang bergerak di bidang industri mesin diesel dan memiliki divisi remanufaktur. PT XYZ berupaya untuk mewujudkan sustainable manufacturing atau mengembalikan komponen yang rusak atau habis pakai dari konsumen menjadi komponen baru, sehingga bermanfaat untuk lingkungan dan memiliki biaya yang lebih murah.



Baca juga: Mau Kuliah di Universitas Luar Negeri, Ini Negara Terbaik untuk Kawasan Asia

Dengan pendekatan statistika, Tim SQEos yang terdiri dari Andreas Parasian, Aldi, dan Fariz Muhammad Fajar, merumuskan strategi optimalisasi proses remanufaktur agar dapat menguntungkan perusahaan dan pelanggan dalam presentasi yang berjudul “Strategi Optimalisasi Proses Remanufaktur pada PT XYZ dengan Pendekatan Statistika”.

Tim ini menggunakan data mining untuk menggali informasi yang ada di data set, Strip Down Report (SDR) atau data kualitas mesin, SMR (Service Meter Reading) atau umur mesin yang ingin diremanufaktur, dan faktor-faktor yang memengaruhi kedua hal ini. Tim juga menerapkan prosedur data mining serta statistical process control untuk menemukan pola, hubungan, dan informasi lainnya di dalam data. Hasil analisis yang didapatkan menjadi dasar untuk pembuatan strategi penyelesaian permasalahan di setiap tahap.

Hasilnya, tim menemukan bahwa mesin dari Eropa biaya remanufakturnya cukup murah, meskipun umur mesinnya tua. Ini mengindikasikan adanya program maintenance atau extended life di Eropa. “Berdasarkan data-data ini, strategi yang kami sarankan untuk PT XYZ adalah perusahaan membuat program maintenance atau extended life di wilayah lain agar wilayah tersebut mampu melakukan hal serupa. Sehingga, ke depannya barang bekas yang menjadi bahan remanufaktur PT XYZ tetap terjaga kualitasnya dan biayanya remanufakturnya tidak mahal,” kata Andreas, ketua tim SQEos terkait strategi yang disarankan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!