Jurnal 'Studia Islamika' UIN Jakarta Raih Peringkat Terbaik Se-Asia
Sabtu, 13 Juni 2020 - 14:56 WIB
Hingga kini, Studia Islamika merupakan salah satu rujukan utama dalam hal kajian keislaman khususnya dalam melihat perkembangannya di Indonesia dan Asia Tenggara. Menurut versi Google Scholar, tercatat bahwa jurnal ini telah dikutip oleh artikel-artikel lainnya sebanyak 2,596 kali. Sebuah angka yang sangat tinggi untuk sebuah terbitan kajian ilmu sosial keislaman. Adapun tingkat kutipan tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan jumlah 400 kali dikutip.
Menanggapi capaian ini, Professor Azyumardi optimis capaian ini berdampak positif bagi peningkatan perkembangan kajian keislaman di Indonesia. Para penulis, dosen, dan peneliti akan berupaya untuk meningkatkan kualitas tulisannya masing-masing sehingga dapat diterbitkan di jurnal-jurnal imiah bereputasi internasional. “Tentunya ini akan memperkuat Indonesia sebagai kiblat perkembangan kajian keislaman di dunia,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta Ismatu Ropi, Ph.D mengatakan, Studia Islamika merupakan simbol perkembangan kajian keislaman di Indonesia. Tidak hanya bagi PPIM UIN Jakarta sebagai penerbit, melainkan juga UIN Jakarta sebagai universitas dimana PPIM bernaung maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di tanah air.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para reviewer, editor, pengelola maupun para penulis yang bersinergi menghasilkan ratusan artikel ilmiah berkualitas. “Tidak ada yang akan berubah atas capaian ini. Kami tetap bekerja keras dan terus meningkatkan kualitas editorial sehingga dihasilkan artikel-artikel yang bermutu dan menjadi rujukan dalam perkembangan kajian keislaman di Indonesia dan Asia Tenggara,” tegasnya lagi.
Menanggapi capaian ini, Professor Azyumardi optimis capaian ini berdampak positif bagi peningkatan perkembangan kajian keislaman di Indonesia. Para penulis, dosen, dan peneliti akan berupaya untuk meningkatkan kualitas tulisannya masing-masing sehingga dapat diterbitkan di jurnal-jurnal imiah bereputasi internasional. “Tentunya ini akan memperkuat Indonesia sebagai kiblat perkembangan kajian keislaman di dunia,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta Ismatu Ropi, Ph.D mengatakan, Studia Islamika merupakan simbol perkembangan kajian keislaman di Indonesia. Tidak hanya bagi PPIM UIN Jakarta sebagai penerbit, melainkan juga UIN Jakarta sebagai universitas dimana PPIM bernaung maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di tanah air.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para reviewer, editor, pengelola maupun para penulis yang bersinergi menghasilkan ratusan artikel ilmiah berkualitas. “Tidak ada yang akan berubah atas capaian ini. Kami tetap bekerja keras dan terus meningkatkan kualitas editorial sehingga dihasilkan artikel-artikel yang bermutu dan menjadi rujukan dalam perkembangan kajian keislaman di Indonesia dan Asia Tenggara,” tegasnya lagi.
(mpw)
Lihat Juga :