Cegah Penyebaran Covid-19, ITS Serahkan CoFilm+ Antivirus Coating ke RS Universitas Airlangga
Sabtu, 05 Maret 2022 - 08:36 WIB
Bambang terus berharap penuh kepada CoFilm Indonesia untuk mengembangankan CoFilm+ yang tidak berwarna, sehingga bisa diaplikasikan di manapun tanpa mengurangi estetika dari benda yang dilapisi dengan CoFilm+. “Berakhirnya pandemi covid tentunya tidak berarti inovasi ini tidak bermanfaat, karena ini dapat terus melindungi manusia tidak hanya dari virus covid namun berbagai virus dan bakteri lainnya,” ujarnya melansir siaran pers, dikutip Sabtu (5/3/2022).
Co-Founder CoFilm Indonesia Royyan Wafi Pujiyanto menyebutkan, produk tersebut merupakan hasil hilirisasi penelitian ITS di RSUA dan Rumah Sakit Khusus Infeksi. Dibuat sebagai pelapis antimicrobial dengan teknologi Nano Copper (tembaga berukuran nano) yang berbentuk seperti aerosol paint yang warnanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Baca juga: Kisah Inspiratif, Mahasiswa Undip Ini Merintis Bisnis Rumput Laut Kering
Teknologi copper ini dipilih menjadi teknik utama sebagai bahan aktif karena sifatnya yang mudah membunuh berbagai virus dan mikroorganisme berbahaya lainnya. Teknologi yang dikembangkan sejak Juni 2020 tersebut telah terbukti dapat membasmi berbagai jenis virus, bakteri, bahkan jamur yang menempel pada permukaan berlapis serta mampu memberikan perlindungan yang permanen.
Tak hanya itu, penggunaan copper juga merupakan satu-satunya bahan logam yang telah tersertifikasi EPA (Environmental Protection Agency) Amerika Serikat dan telah diuji melalui Institute of Tropical Disease (ITD) Unair serta Nanotechnology and Advanced Material Research Center ITS.
Co-Founder CoFilm Indonesia Royyan Wafi Pujiyanto menyebutkan, produk tersebut merupakan hasil hilirisasi penelitian ITS di RSUA dan Rumah Sakit Khusus Infeksi. Dibuat sebagai pelapis antimicrobial dengan teknologi Nano Copper (tembaga berukuran nano) yang berbentuk seperti aerosol paint yang warnanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Baca juga: Kisah Inspiratif, Mahasiswa Undip Ini Merintis Bisnis Rumput Laut Kering
Teknologi copper ini dipilih menjadi teknik utama sebagai bahan aktif karena sifatnya yang mudah membunuh berbagai virus dan mikroorganisme berbahaya lainnya. Teknologi yang dikembangkan sejak Juni 2020 tersebut telah terbukti dapat membasmi berbagai jenis virus, bakteri, bahkan jamur yang menempel pada permukaan berlapis serta mampu memberikan perlindungan yang permanen.
Tak hanya itu, penggunaan copper juga merupakan satu-satunya bahan logam yang telah tersertifikasi EPA (Environmental Protection Agency) Amerika Serikat dan telah diuji melalui Institute of Tropical Disease (ITD) Unair serta Nanotechnology and Advanced Material Research Center ITS.
Lihat Juga :