Sempat Kerja di Kios Fotokopi, Mahasiswa Universitas Jember Jadi Sarjana Berkat KIP Kuliah

Kamis, 10 Maret 2022 - 13:03 WIB
Bekerja di jasa fotokopi dan penjilidan membuat anak pertama pasangan Masrur dan Verawati ini mau tak mau berurusan dengan perangkat komputer serta jasa mendesain secara otodidak. Dari semula yang keharusan pekerjaan akhirnya menjadi keasyikan.

Sedikit demi sedikit Ervian menemukan minatnya di dunia komputer. Apalagi beberapa pelanggan kiosnya yang mayoritas mahasiswa sering berdiskusi dengannya mengenai perkembangan dunia komputer dan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang membuatnya makin berminat kuliah di bidang komputer. Namun persoalan biaya menghadangnya.

Hingga suatu saat jalan hidup Ervian berubah. Ervian bertemu dengan salah satu pelanggannya yang menyarankan kuliah dengan beasiswa Bidik Misi. “Dorongan semangat dari bapak tersebut yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk kuliah apalagi saat itu pendaftaran SBMPTN 2017 masih dibuka,” katanya melansir laman Universitas Jember, Kamis (10/3/2022).

Beruntung pihak sekolahnya di SMA Islam Lumajang memberikan dukungan dengan turut mendaftarkan namanya sebagai calon penerima beasiswa Bidik Misi. Dia pun meminta restu ke kedua orang tuanya untuk kuliah dan memutuskan mendaftar ke Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember.

Ervian resmi menjadi mahasiswa Universitas Jember angkatan 2017 dengan beasiswa Bidik Misi, yang kini berubah menjadi KIP-K. Dia pun aktif dalam organisasi kemahasiswaan, serta mengikuti banyak kegiatan dan lomba untuk mengembangkan kemampuannya. Di sela-sela kesibukan perkuliahan dirinya bekerja paruh waktu untuk menambah uang saku.

“Wah sudah banyak pekerjaan yang saya jalani, dari menjadi pegawai di usaha makanan ringan, karyawan kafe, menyediakan jasa perlengkapan kuliah, ikut event organizer, bikin katalog kuliner hingga memberi les komputer di sebuah sekolah dasar di Jember. Pokoknya halal dan memberikan pemasukan maka saya jalani sehingga tak perlu minta uang ke orang tua,” ungkap Ervian.

Tempaan hidup membuat Ervian jadi pribadi yang pantang menyerah. Hal ini terbukti saat masalah menerpa kala anak pertama dari dua bersaudara ini mengerjakan skripsi. Pandemi Covid-19 yang datang menerjang membuat semua rencana dan jadwal penelitian yang disusunnya jadi berantakan. Ervian tak bisa leluasa mencari data mengingat saat itu susah ke luar kota apalagi lokasi penelitiannya di Banyuwangi, akhirnya skripsinya gagal rampung di semester delapan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!