Unpad Lakukan Riset Efektivitas Keamanan Vaksin Booster Covid-19
Jum'at, 18 Maret 2022 - 21:43 WIB
Universitas Padjajaran (Unpad). Foto/Dok/Unpad
BANDUNG - Universitas Padjadjaran ( Unpad ) kembali melakukan kerja sama penelitian dengan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan terkait efektivitas dan keamanan vaksin booster Covid-19.
Tahun ini tim Fakultas Kedokteran Unpad menjadi bagian dalam penelitian efektivitas dan keamanan booster vaksin setengah dosis dan dosis penuh AstraZeneca dan Pfizer dengan vaksin primer AstraZeneca.
Baca juga: 4 Profesor Termuda di Dunia, Nomor 3 dan 4 dari Indonesia
Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian tahun sebelumnya, yaitu penelitian efektivitas dan keamanan booster dosis penuh dan setengah dosis vaksin AstraZeneca dan Pfizer dengan vaksin primer Sinovac.
Hasil penelitian menunjukkan, setengah dosis vaksin booster terbukti memiliki efektivitas yang sama dengan dosis penuh, tetapi memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dibandingkan dosis penuh.
“Untuk hasil tahun lalu sudah diimplementasikan untuk masyarakat secara umum. Sekarang masyarakat itu menggunakan booster setengah dosis AstraZeneca dan Pfizer,” ujar peneliti utama tim riset vaksin booster FK Unpad Eddy Fadlyana.
Tahun ini tim Fakultas Kedokteran Unpad menjadi bagian dalam penelitian efektivitas dan keamanan booster vaksin setengah dosis dan dosis penuh AstraZeneca dan Pfizer dengan vaksin primer AstraZeneca.
Baca juga: 4 Profesor Termuda di Dunia, Nomor 3 dan 4 dari Indonesia
Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian tahun sebelumnya, yaitu penelitian efektivitas dan keamanan booster dosis penuh dan setengah dosis vaksin AstraZeneca dan Pfizer dengan vaksin primer Sinovac.
Hasil penelitian menunjukkan, setengah dosis vaksin booster terbukti memiliki efektivitas yang sama dengan dosis penuh, tetapi memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dibandingkan dosis penuh.
“Untuk hasil tahun lalu sudah diimplementasikan untuk masyarakat secara umum. Sekarang masyarakat itu menggunakan booster setengah dosis AstraZeneca dan Pfizer,” ujar peneliti utama tim riset vaksin booster FK Unpad Eddy Fadlyana.
Lihat Juga :