Tikus Sering Jadi Hewan Percobaan dalam Penelitian, Ini Penjelasan Dosen ITB

Sabtu, 02 April 2022 - 10:10 WIB
Dosen ITB menjelaskan mengapa tikus sering jadi hewan percobaan di penelitian. Foto/Dok/Ist.
JAKARTA - Mungkin bagi sebagian orang pasti geli atau takut melihat hewan tikus. Namun bagi peneliti, hewan pengerat tersebut malah menjadi hewan kesayangan karena kerap dimanfaatkan menjadi hewan percobaan dalam penelitian .

Dosen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) dari Kelompok Keahlian Biokimia Fifi Fitriyah Masduki, mencoba menjelaskan tentang model dalam penelitian biokimia yang seringkali melibatkan tikus.



“Tikus memiliki banyak fungsi anatomi yang mirip dengan yang dimiliki manusia. Selain mirip secara anatomi, genom tikus dan manusia juga seringkali mirip,” katanya, melansir laman resmi ITB, Sabtu (2/4/2022).

Baca: Mengenal Jurusan Program Double Degree di Universitas Gadjah Mada

Fifi juga menjelaskan, sepanjang sejarah, tikus sudah sangat sering terlibat sebagai animal model untuk penelitian di berbagai universitas di dunia. Bahkan, banyak dari peneliti yang mendapat Nobel Prize melibatkan tikus pada penelitiannya sebagai animal model.

Ia mengungkapkan, kini telah banyak perusahaan yang menyediakan budidaya tikus transgenik. Berbagai informasi terkait tikus transgenik yang dapat dipakai untuk mempelajari riset-riset terkait penyakit yang menyebar di manusia juga telah beredar luas di internet. Salah satu bentuk penelitian terkait penyakit manusia yang memanfaatkan animal model berupa tikus adalah penelitian terkait penyakit malaria.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!