Potensi Ancaman, Pakar Siber: Keamanan Digital Indonesia Rentan
Jum'at, 08 April 2022 - 04:55 WIB
Pakar Keamanan Siber University of St Andrews, Inggris, Dr. Joe Burton dalam konferensi internasional yang digelar Universitas Pertamina, Kamis (7/4). Foto/Dok/Humas Uper
JAKARTA - Melalui kanal YouTube pribadinya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Senin (4/4), mengatakan pihaknya tengah melakukan pengadaan jaringan keamanan siber di 43 satuan kerja di bawah naungan Markas Besar (Mabes) TNI. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya merespon potensi ancaman digital nasional yang kian meningkat.
Disebutkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang 2021 terdapat lebih dari 1.65 miliar anomali trafik keamanan siber di Indonesia. Dari jumlah tersebut, BSSN mencatat ada 5.574 kasus peretasan di berbagai sektor. Sektor pendidikan tinggi menempati urutan pertama dengan persentase sebesar 36.49 persen.
Baca juga: Masih Bingung Pilih Prodi di SBMPTN? Begini Solusi dari Undip
Ironisnya, dikatakan pakar keamanan siber University of St Andrews, Inggris, Dr. Joe Burton, peningkatan kejahatan di dunia maya tersebut terjadi di tengah proses transformasi digital di masa pandemi COVID-19.
“Masih lekat dalam ingatan kita, serangan ransomware di beberapa Rumah Sakit dan spionase vaksin selama pandemi. Berbagai upaya phishing juga belakangan marak dilakukan oleh organisasi kejahatan kriminal,” ungkapnya dalam konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Universitas Pertamina, Kamis (7/4/2022).
Disebutkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang 2021 terdapat lebih dari 1.65 miliar anomali trafik keamanan siber di Indonesia. Dari jumlah tersebut, BSSN mencatat ada 5.574 kasus peretasan di berbagai sektor. Sektor pendidikan tinggi menempati urutan pertama dengan persentase sebesar 36.49 persen.
Baca juga: Masih Bingung Pilih Prodi di SBMPTN? Begini Solusi dari Undip
Ironisnya, dikatakan pakar keamanan siber University of St Andrews, Inggris, Dr. Joe Burton, peningkatan kejahatan di dunia maya tersebut terjadi di tengah proses transformasi digital di masa pandemi COVID-19.
“Masih lekat dalam ingatan kita, serangan ransomware di beberapa Rumah Sakit dan spionase vaksin selama pandemi. Berbagai upaya phishing juga belakangan marak dilakukan oleh organisasi kejahatan kriminal,” ungkapnya dalam konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Universitas Pertamina, Kamis (7/4/2022).
Lihat Juga :