Keren, Tim Mahasiswa Universitas Pertamina Juara 1 Kompetisi Logistic Champ 2022
Senin, 25 April 2022 - 01:21 WIB
“Green lifestyle, sustainable lifestyle, dan zero waste di kalangan Milenial dan Gen Z saat ini trennya sedang naik. Mereka getol mendukung dan menggunakan merek yang memberikan perhatian pada lingkungan berkelanjutan. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, inovasi green packaging ini, cocok untuk menjadi salah satu sarana edukasi dan kampanye,” ungkap Davied, dalam keterangan pers, Minggu (24/4/2022).
Baca juga: Mahasiswa FKUI Raih Emas di Kompetisi Agreetion 2022
Kemasan ramah lingkungan yang digagas oleh Davied dan tim, terutama dibuat untuk mengemas daging. “Kami amati di pasaran, kemasan ramah lingkungan untuk produk daging segar masih sangat sedikit. Karena, daging yang merupakan produk fresh food kualitasnya dapat menurun akibat pertumbuhan mikroba. Sehingga, kemasannya tentu harus dapat mengurangi tingkat oksidasi dan mempertahankan lipid dari protein pada daging,” tutur Davied.
Kemasan ramah lingkungan tersebut, lanjut Davied, terbuat dari edible vakum film dengan kombinasi pencampuran karagenan dan daun jati. Kandungan ini berfungsi sebagai pengawet alami, sehingga diklaim dapat meningkatkan kualitas daging selama proses penyimpanan dan distribusi. Davied dan tim optimis, produknya dapat membantu mengurangi penggunaan plastik.
Pada 2025, Pemerintah Indonesia memiliki target untuk menurunkan pencemaran sampah plastik di laut hingga 70 persen. Ada pun, pada 2040 mendatang, pemerintah siap berkomitmen untuk menurunkan tingkat pencemaran sampah plastik di laut hingga 0 persen.
Selain ramah lingkungan, green packaging ala Davied dan tim juga sangat menarik dari segi desain. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh McKinsey, sebanyak 75 persen masyarakat Indonesia rela membayar lebih untuk produk dengan kemasan ramah lingkungan.
Baca juga: Mahasiswa FKUI Raih Emas di Kompetisi Agreetion 2022
Kemasan ramah lingkungan yang digagas oleh Davied dan tim, terutama dibuat untuk mengemas daging. “Kami amati di pasaran, kemasan ramah lingkungan untuk produk daging segar masih sangat sedikit. Karena, daging yang merupakan produk fresh food kualitasnya dapat menurun akibat pertumbuhan mikroba. Sehingga, kemasannya tentu harus dapat mengurangi tingkat oksidasi dan mempertahankan lipid dari protein pada daging,” tutur Davied.
Kemasan ramah lingkungan tersebut, lanjut Davied, terbuat dari edible vakum film dengan kombinasi pencampuran karagenan dan daun jati. Kandungan ini berfungsi sebagai pengawet alami, sehingga diklaim dapat meningkatkan kualitas daging selama proses penyimpanan dan distribusi. Davied dan tim optimis, produknya dapat membantu mengurangi penggunaan plastik.
Pada 2025, Pemerintah Indonesia memiliki target untuk menurunkan pencemaran sampah plastik di laut hingga 70 persen. Ada pun, pada 2040 mendatang, pemerintah siap berkomitmen untuk menurunkan tingkat pencemaran sampah plastik di laut hingga 0 persen.
Selain ramah lingkungan, green packaging ala Davied dan tim juga sangat menarik dari segi desain. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh McKinsey, sebanyak 75 persen masyarakat Indonesia rela membayar lebih untuk produk dengan kemasan ramah lingkungan.
Lihat Juga :