Cerita Dosen Unair Lebaran Pertama Kali di Jerman, Puasa 14 Jam dan Rindu Ngabuburit

Rabu, 18 Mei 2022 - 18:00 WIB
“Namun kami tetap saling berkumpul dan bermaaf-maafan. Karena kebetulan di Munchen ini ada komunitas Muslim-Indonesia (PM3). Kami mengadakan acara makan bersama dengan masakan-masakan khas Indonesia,” beber Ilham.

Bersama keluarga kecilnya, Ilham juga masih melaksanakan sebagian kecil tradisi berlebaran ala Indonesia. Seperti mereka memasak menu khas lebaran yakni opor ayam dan lontong, serta membuat nastar.

Merasakan Perbedaan Sejak Awal Ramadhan

“Dari awal Ramadhan, kami sudah banyak menemui perbedaan dengan di Indonesia. Yang paling menonjol dan paling umum adalah durasi berpuasa. Jika di Indonesia hanya 12 jam, maka di Jerman kami berpuasa selama 14 jam,” paparnya.

Selain durasi berpuasa, waktu shalat juga berbeda dengan Indonesia. Ketika rata-rata waktu shalat maghrib di Indonesia terjadi pada pukul 18.00, maka di Jerman berkisar pada pukul 8 malam. Waktu shalat isya juga lebih malam, yakni pukul 10.

Baca juga: 8.105 Guru Mulai Jalani Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!