Prof Samsul: Disertasi Hasto Layak Dijadikan Bacaan untuk Pengambil Kebijakan
Kamis, 09 Juni 2022 - 16:04 WIB
Samsul menerangkan Indonesia saat ini masuk negara G20 dan juga kaya sumber daya alam dan manusianya.
Baca juga: Megawati Mengaku Senang Peresmian Masjid At-Taufiq Dihadiri Jokowi
Samsul melanjutkan, sangat tepat apabila pengambil kebijakan negara ini membaca disertasi Sekjen DPP PDI Perjuangan itu. "Konsep besar yang digagas oleh Bung Karno harus bisa kita implementasikan dalam menyongsong Indonesia seratus tahun," jelas pria yang menyelesaikan jabatan Rektor Universitas Syiah Kuala Aceh, Maret lalu.
Samsul juga menilai substansi pokok dari penelitian Hasto sebenarnya ingin membangkitkan spirit kepemimpinan Indonesia bagi dunia. Guna mewujudkan hal tersebut, gagasan Bung Karno harus diawali dengan adanya ide perjuangan.
"Suatu ide over opinion, suatu ide yang bahkan dipandang tidak mungkin diwujudkan, suatu ide yang menciptakan semangat, gagasan dan tindakan perjuangan," tambahnya.
Syamsul menganggap, semuanya harus senapan dengan penuh rasa nasionalisme yang berdimensi sosial-kemanusiaan. Ditambahkan, hal itu semata untuk mewujudkan dunia yang bebas dari imperialisme dan kolonialisme, serta menjadikan Indonesia sebagai pemimpin di antara bangsa-bangsa di dunia.
Baca juga: Megawati Mengaku Senang Peresmian Masjid At-Taufiq Dihadiri Jokowi
Samsul melanjutkan, sangat tepat apabila pengambil kebijakan negara ini membaca disertasi Sekjen DPP PDI Perjuangan itu. "Konsep besar yang digagas oleh Bung Karno harus bisa kita implementasikan dalam menyongsong Indonesia seratus tahun," jelas pria yang menyelesaikan jabatan Rektor Universitas Syiah Kuala Aceh, Maret lalu.
Samsul juga menilai substansi pokok dari penelitian Hasto sebenarnya ingin membangkitkan spirit kepemimpinan Indonesia bagi dunia. Guna mewujudkan hal tersebut, gagasan Bung Karno harus diawali dengan adanya ide perjuangan.
"Suatu ide over opinion, suatu ide yang bahkan dipandang tidak mungkin diwujudkan, suatu ide yang menciptakan semangat, gagasan dan tindakan perjuangan," tambahnya.
Syamsul menganggap, semuanya harus senapan dengan penuh rasa nasionalisme yang berdimensi sosial-kemanusiaan. Ditambahkan, hal itu semata untuk mewujudkan dunia yang bebas dari imperialisme dan kolonialisme, serta menjadikan Indonesia sebagai pemimpin di antara bangsa-bangsa di dunia.
Lihat Juga :