Ragam Masalah yang Bikin Runyam Pendidikan Nasional

Kamis, 25 Juni 2020 - 12:23 WIB
Selain tingkat komitmen yang berbeda dalam mengembangkan pendidikan , pemda juga masih kurang profesional dalam mengelola pendidikan dan tenaga kependidikan.

Sampai saat ini, kata Indra, mutu pendidikan Indonesia masih jauh dari konsep bangsa cerdas. Indikatornya bisa dilihat dari hasil tes programme for international student assessment (PISA) yang mengukur kemampuan leterasi, numerasi, dan sains pada anak berusia 15 tahun.

Dalam 20 tahun terakhir, kemampuan anak-anak Indonesia pada tiga bidang tersebut sangat rendah. Bahkan jauh di bawah rata-rata negara Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Bank Dunia menyatakan anak-anak Indonesia berada pada kondisi buta aksara secara fungsi (functionally illiterate). Artinya, mampu membaca tapi tidak memahami maknanya.

(Baca: Perbaiki Regulasi dan Sistem PPDB Secara Nasional)

“Kajian PISA itu ternyata terkonfirmasi oleh survei yang dilakukan Kemendikdud sendiri pada 2019, yang disebut asesmen kompetensi siswa Indonesia (AKSI). Survei ini akan menjadi model dari asesmen kompetensi minimum (AKM) yang akan diberlakukan secara nasional pada tahun 2021,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!