Webinar Unair Bahas 7 Hal Penting yang Pengaruhi Kinerja Otak
Rabu, 20 Juli 2022 - 16:50 WIB
Menurut Hermanto, burnout turut mempengaruhi kinerja dalam bekerja yang menjadi tidak maksimal. “Kalau terlalu lama bekerja akan menimbulkan dampak kurang baik. Termasuk dalam hal ketika mengambil keputusan, dan apabila keputusan tersebut dijalankan akan turut membahayakan pasien,” katanya.
Baca juga: Nadiem Lepas 1.565 Awardee IISMA, Simak Pesannya untuk Mahasiswa
Kelima, menjadi momok. Hermanto mengatakan, otak juga dapat mereproduksi emosi yang penting dalam hal pembelajaran. Adanya bagian otak yang disebut amigdala akan bekerja atau bertindak reflek ketika diri dalam keadaan terancam. Keenam, pengaruh negatif feedback. Menurutnya, feedback tidak selalu positif namun setiap dari feedback negatif akan dirupakan positif.
Ketujuh, active participation, yakni digambarkan dalam hal belajar mengajar di kelas yang mana peserta harus lebih aktif daripada dosen. Peserta yang harus lebih aktif menggali materi dan menginstruksikannya sendiri agar semakin paham. “Peran dosen hanya membantu saja. Bukan yang mengisi gelas kosong atau memindahkan isi dari buku ke otak peserta atau mahasiswa,” ucap Hermanto.
Terakhir, ia menyelipkan pesan agar peserta mengurangi kegiatan yang bertentangan dengan cara otak bekerja. Seperti satu metode belajar untuk semua mahasiswa, passive participatory, bullying, burnout, dan negative feedback.
Baca juga: Nadiem Lepas 1.565 Awardee IISMA, Simak Pesannya untuk Mahasiswa
Kelima, menjadi momok. Hermanto mengatakan, otak juga dapat mereproduksi emosi yang penting dalam hal pembelajaran. Adanya bagian otak yang disebut amigdala akan bekerja atau bertindak reflek ketika diri dalam keadaan terancam. Keenam, pengaruh negatif feedback. Menurutnya, feedback tidak selalu positif namun setiap dari feedback negatif akan dirupakan positif.
Ketujuh, active participation, yakni digambarkan dalam hal belajar mengajar di kelas yang mana peserta harus lebih aktif daripada dosen. Peserta yang harus lebih aktif menggali materi dan menginstruksikannya sendiri agar semakin paham. “Peran dosen hanya membantu saja. Bukan yang mengisi gelas kosong atau memindahkan isi dari buku ke otak peserta atau mahasiswa,” ucap Hermanto.
Terakhir, ia menyelipkan pesan agar peserta mengurangi kegiatan yang bertentangan dengan cara otak bekerja. Seperti satu metode belajar untuk semua mahasiswa, passive participatory, bullying, burnout, dan negative feedback.
(nnz)
Lihat Juga :