MPR Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Ponpes Kecil di Pelosok
Minggu, 28 Juni 2020 - 08:54 WIB
"Masyarakat sekarang ekonominya turun. Mau minta ke siapa coba. Pesantren tidak memiliki akses kepada anggaran. Tidak punya akses kepada kekuasaan. Jadi hidup seperti alang-alang, seperti rumput, hidup sendiri. Yang mati, matilah, yang hidup ya hidup," katanya.
Di tengah pandemi Covid-19 kondisi pesantren semakin berat. Sebab, kegiatan belajar mengajar (KBM) berhenti total. Pemasukan pesantren berkurang drastis, tapi biaya operasional tetap berjalan. (Baca juga: Cerita Salat Jumat di Berbagai Negara Saat Pandemi Covid-19)
"Kan tidak pernah ditanya, kiai berapa kerugian selama tutup. Operasionalnya berapa kiai, nggak pernah ditanya. Tapi kalau ada BUMN bangkrut, sektor swasta bangkrut. Dibuka pintu mengadu, tolong saya, tolong modal saya ilang. Giliran pesantren, nggak ada yang nanya," ujar Gus Jazil.
Diakui, bantuan dari pemerintah kepada pesantren memang ada. Namun lebih menyasar ponpes-ponpes besar dan di perkotaan. Sementara Pesantren kecil di pelosok, menurut Gus Jazil, luput dari perhatian.
"Saya tadi melihat pesantren yang kecil, saya yakin pemerintah nggak bisa mengakses itu pak. Dianggap tidak penting," kata Gus Jazil merujuk pada Ponpes Raudhatul Muta'allimin di Kampung Cijambe, Desa Cibaregbek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur yang sempat dikunjunginya.
Di tengah pandemi Covid-19 kondisi pesantren semakin berat. Sebab, kegiatan belajar mengajar (KBM) berhenti total. Pemasukan pesantren berkurang drastis, tapi biaya operasional tetap berjalan. (Baca juga: Cerita Salat Jumat di Berbagai Negara Saat Pandemi Covid-19)
"Kan tidak pernah ditanya, kiai berapa kerugian selama tutup. Operasionalnya berapa kiai, nggak pernah ditanya. Tapi kalau ada BUMN bangkrut, sektor swasta bangkrut. Dibuka pintu mengadu, tolong saya, tolong modal saya ilang. Giliran pesantren, nggak ada yang nanya," ujar Gus Jazil.
Diakui, bantuan dari pemerintah kepada pesantren memang ada. Namun lebih menyasar ponpes-ponpes besar dan di perkotaan. Sementara Pesantren kecil di pelosok, menurut Gus Jazil, luput dari perhatian.
"Saya tadi melihat pesantren yang kecil, saya yakin pemerintah nggak bisa mengakses itu pak. Dianggap tidak penting," kata Gus Jazil merujuk pada Ponpes Raudhatul Muta'allimin di Kampung Cijambe, Desa Cibaregbek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur yang sempat dikunjunginya.
Lihat Juga :