Unpad Tambah 13 Guru Besar Baru, Ini Profilnya
Jum'at, 29 Juli 2022 - 15:24 WIB
Prof. Kusman Ibrahim diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Keperawatan pada Fakultas Keperawatan. Prof. Kusman menggeluti kajian keperawatan medikal bedah/orang dewasa dengan fokus bagaimana memahami proses adaptasi dari manusia dewasa, terutama dalam melindungi diri dari berbagai penyakit kronis, baik infeksi, noninfeksi, dan degeneratif.
Melalui riset ini, Prof. Kusman banyak berinteraksi dengan pasien terinfeksi HIV/AIDS. Dari interaksi tersebut, Prof. Kusman menemukan bagaimana upaya pasien untuk tetap sehat dan berkualitas.
9. Prof. Nasrul Wathoni, S.Si., Apt., M.Si., PhD
Prof. Nasrul Wathoni diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Farmasetika dan Teknologi Farmasi pada Fakultas Farmasi. Prof. Nasrul saat ini tercatat sebagai guru besar termuda Unpad dengan usia 40 tahun.
Kepakaran Prof. Nasrul berfokus pada sistem penghantaran obat dan kosmetik terbarukan, terutama terkait polimenik nanopartikel dan juga hidrogel film. Prof. Nasrul juga telah menghasilkan produk plester antisariawan hidrogel film yang berbahan dasar polisakarida alami. Saat ini produk tersebut tengah menunggu izin edar.
10. Prof. Dr. Nina Djustiana, drg., M.Kes
Prof. Nina Djustiana diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Material Kedokteran Gigi pada Fakultas Kedokteran Gigi. Selama 10 tahun terakhir, Prof. Nina menggeluti tentang rekonstruksi gigi, pengembangan material untuk tambal gigi.
Diharapkan, riset yang dilakukannya dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan material tambal gigi di Indonesia yang saat ini masih bergantung pada ekspor dari luar.
11. Prof. Dr. Sonny Dewi Judiasih, S.H., M.H., CN
Prof. Sonny Dewi Judiasih diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum. Prof. Sonny berfokus pada kajian hukum keluarga. Saat ini, hal-hal terkait hukum keluarga menjadi suatu hal yang banyak dibahas, terutama mengenai sengketa perkawinan, status anak, status harta, hingga penyelesaian kasus perselingkuhan.
12. Prof. Taofik Risdiana, S.Si., Apt., M.Si., PhD
Prof. Taofik Risdiana diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Farmasetika dan Teknologi Farmasi pada Fakultas Farmasi. Satu di antara riset yang dilakukan adalah pengembangan seledri sebagai obat herbal.
Prof. Taofik telah menciptakan produk minuman ekstrak seledri bernama “Seledrik” yang baik untuk kesehatan ginjal. Selain itu, ia juga menggabungkan seledri dengan sambiloto menjadi suplemen yang bermanfaat untuk pemulihan tubuh saat terkena Covid-19.
13. Prof. Dr. Tri Mayanti, dra., M.Si
Prof. Tri Mayanti diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Kimia Organik pada Fakultas MIPA. Prof. Tri memiliki ketertarikan meneliti tanaman kokosan. Tanaman yang sekerabat dengan duku ini belum banyak yang meneliti. Salah satu yang dilakukan adalah eksplorasi mengenai senyawa kimia di tanaman kokosan. Prof. Tri berhasil mengisolasi 20 senyawa. Sebanyak 15 di antaranya merupakan senyawa baru. Selain itu, Prof. Tri juga mengeksplor lebih jauh mengenai aktivitas senyawanya berdasarkan kepercayaan lokal di masyarakat.
Melalui riset ini, Prof. Kusman banyak berinteraksi dengan pasien terinfeksi HIV/AIDS. Dari interaksi tersebut, Prof. Kusman menemukan bagaimana upaya pasien untuk tetap sehat dan berkualitas.
9. Prof. Nasrul Wathoni, S.Si., Apt., M.Si., PhD
Prof. Nasrul Wathoni diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Farmasetika dan Teknologi Farmasi pada Fakultas Farmasi. Prof. Nasrul saat ini tercatat sebagai guru besar termuda Unpad dengan usia 40 tahun.
Kepakaran Prof. Nasrul berfokus pada sistem penghantaran obat dan kosmetik terbarukan, terutama terkait polimenik nanopartikel dan juga hidrogel film. Prof. Nasrul juga telah menghasilkan produk plester antisariawan hidrogel film yang berbahan dasar polisakarida alami. Saat ini produk tersebut tengah menunggu izin edar.
10. Prof. Dr. Nina Djustiana, drg., M.Kes
Prof. Nina Djustiana diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Material Kedokteran Gigi pada Fakultas Kedokteran Gigi. Selama 10 tahun terakhir, Prof. Nina menggeluti tentang rekonstruksi gigi, pengembangan material untuk tambal gigi.
Diharapkan, riset yang dilakukannya dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan material tambal gigi di Indonesia yang saat ini masih bergantung pada ekspor dari luar.
11. Prof. Dr. Sonny Dewi Judiasih, S.H., M.H., CN
Prof. Sonny Dewi Judiasih diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum. Prof. Sonny berfokus pada kajian hukum keluarga. Saat ini, hal-hal terkait hukum keluarga menjadi suatu hal yang banyak dibahas, terutama mengenai sengketa perkawinan, status anak, status harta, hingga penyelesaian kasus perselingkuhan.
12. Prof. Taofik Risdiana, S.Si., Apt., M.Si., PhD
Prof. Taofik Risdiana diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Farmasetika dan Teknologi Farmasi pada Fakultas Farmasi. Satu di antara riset yang dilakukan adalah pengembangan seledri sebagai obat herbal.
Prof. Taofik telah menciptakan produk minuman ekstrak seledri bernama “Seledrik” yang baik untuk kesehatan ginjal. Selain itu, ia juga menggabungkan seledri dengan sambiloto menjadi suplemen yang bermanfaat untuk pemulihan tubuh saat terkena Covid-19.
13. Prof. Dr. Tri Mayanti, dra., M.Si
Prof. Tri Mayanti diangkat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Kimia Organik pada Fakultas MIPA. Prof. Tri memiliki ketertarikan meneliti tanaman kokosan. Tanaman yang sekerabat dengan duku ini belum banyak yang meneliti. Salah satu yang dilakukan adalah eksplorasi mengenai senyawa kimia di tanaman kokosan. Prof. Tri berhasil mengisolasi 20 senyawa. Sebanyak 15 di antaranya merupakan senyawa baru. Selain itu, Prof. Tri juga mengeksplor lebih jauh mengenai aktivitas senyawanya berdasarkan kepercayaan lokal di masyarakat.
(nnz)
Lihat Juga :