Gerakan Sekolah Menyenangkan Bangun Kembali Spirit Taman Siswa di Yogyakarta

Selasa, 23 Agustus 2022 - 20:01 WIB
Baca juga: Sahabat Ganjar Gelar Lomba Kejuruan SMK TKJ di Palembang

Untuk itu, Sekolah 0.4 menyasar sekolah-sekolah pinggiran agar perubahan dapat dimulai dari sana sebagai bentuk pemihakan GSM pada kaum pinggiran. “Sekolah 0.4 sebagai sekolah masa depan artinya GSM mengajak untuk menyiapkan manusia menjadi pengendali utama atas ambisi kemajuan teknologi saat ini, bukan justru dikendalikan oleh algoritma digital,” ucap Rizal.

GSM memiliki kultur bahwa sekolah sebagai fondasi rumah, dan kurikulum sebagai ruangan rumah. Maka ruangan yang berganti akan tetap aman jika fondasinya kokoh. Fondasi dilakukan dengan kultur sekolah yang memanusiakan dan menyenangkan. Rizal menambahkan bahwa “GSM akan terus menyambut hal-hal inisiatif yang dilakukan, sehingga kurikulum apa pun termasuk kurikulum saat ini akan terlaksana dengan baik dan benar karena dilakukan oleh guru-guru yang jiwanya merdeka seperti semangat hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.”

Workshop pelatihan mindset perlu didukung oleh seluruh stakeholder yang berperan untuk ditiru agar menjalar ke kota-kota lain di seluruh Indonesia, sehingga bangsa ini benar-benar merdeka dan mampu menyiapkan sistem pendidikannya untuk beradaptasi dengan masa depan.

“Oleh karena itu, judul pelatihan perubahan mindset GSM ialah Sekolah 0.4 sebagai sekolah masa depan sekaligus penanda lahirnya kembali spirit Taman Siswa di Yogyakarta,” tutupnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!