Profil Prof Bahder Djohan, Rektor UI ke-3 yang Pernah Menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Jum'at, 02 September 2022 - 13:29 WIB
Pada tahun 1917, Bahder Djohan menyelesaikan pendidikannya di HIS dan MULO di kota Padang. Lalu pada 1919, Bahder Djohan melanjutkan pendidikannya di STOVIA selama 8 tahun dan tahun 1927 ia mendapatkan gelar Indish Arts.

Di masa mudanya, Johan adalah salah satu pemimpin John Sumatranen Bond. Dia adalah anggota aktif Dewan Kongres Pemuda. Pada Kongres Pemuda I, Johan memberikan pidato tentang status perempuan. Pidatonya yang berjudul 'Tangan Seorang Wanita' dilarang oleh pemerintah Hindia Belanda.

Baca juga: Kuliah S1 Gratis di Oxford atau Cambridge dengan Jardine Scholarship, Yuk Daftar

Dr. Bahder Djohan adalah salah satu dari lima anggota Komisi yang dibentuk pada 17 September 1945, dan berpartisipasi sebagai penulis bersama dengan Dr. Bahder Djohan. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Joehana Wile Radta, Dr. Marutsuki, dan Dr. Sita Nara sebagai anggota.

Setelah kemerdekaan, Johan diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam pemerintahan Nazir (1950-1951) dan Wilopo (1952-1953). Pada tahun 1953, ia menjadi Direktur RSUP Jakarta (sekarang RSCM).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!