Hadapi Transformasi Digital, Riri Satria: Persoalan Utama Adalah Mindset
Sabtu, 03 September 2022 - 09:18 WIB
Baca juga: Transformasi Digital Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Tantangan keempat terkait dengan peran negara, yaitu membuat regulasi yang baik serta mempercepat pembangunan daerah tertinggal supaya tidak terjadi kesenjangan yang tinggi.
“Kita harus mampu menghadapi semua tantangan itu agar percepatan transformasi digital di negara Indonesia ini dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan apa yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 3 Agustus 2020 tentang lima langkah percepatan transformasi digital Indonesia,” kata Komisaris PT. Jakarta International Container Terminal ini.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sudah menyelesaikan Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 sebagai tindak lanjut dari amanat Presiden tersebut, serta merupakan pedoman strategis untuk memfasilitasi transformasi digital Indonesia di empat sektor strategis, yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Namun Riri menjelaskan untuk mampu menjelankan semua ini dengan baik, maka semua tantangan tadi harus dibereskan.
Disinggung apakah Indonesia mampu dan sukses memasuki era ekonomi digital dan melakukan transformasi digital dengan baik, Riri secara lugas menjelaskan, pertanyaan seperti itu tidaklah relevan, karena ada kesan meragukan kemampuan sendiri.
“Justru kita harus membangun strategi, mempersiapkan sumberdaya, dan berjuangan sekuatnya supaya kita mampu dan sukses. Jadi mindset-nya digeser, tidak mempertanyakan yang penuh nuansa keraguan, melainkan memikirkan strategi yang cocok atau paling mungkin untuk dieksekusi supaya kita mampu dan sukses memasuki era digital dan melakukan transformasi digital,” tegas Riri.
Riri yang juga anggota Dewan Juri pada Indonesia Digital Culture Excellence Award 2022 ini menjelaskan, pada tingkat perusahaan atau organisasi manapun, transformasi digital itu bukanlah semata isu teknologi, namun mencakup setidaknya enam bidang strategis, yaitu strategi dan model bisnis, struktur organisasi dan proses bisnis, teknologi digital yang tepat guna, tata kelola teknologi yang baik, SDM dengan talenta digital, serta membangun budaya digital pada organisasi. Tranformasi digital berarti melakukan kegiatan yang komprehensif terhadap semua bidang tersebut.
Tantangan keempat terkait dengan peran negara, yaitu membuat regulasi yang baik serta mempercepat pembangunan daerah tertinggal supaya tidak terjadi kesenjangan yang tinggi.
“Kita harus mampu menghadapi semua tantangan itu agar percepatan transformasi digital di negara Indonesia ini dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan apa yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 3 Agustus 2020 tentang lima langkah percepatan transformasi digital Indonesia,” kata Komisaris PT. Jakarta International Container Terminal ini.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sudah menyelesaikan Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 sebagai tindak lanjut dari amanat Presiden tersebut, serta merupakan pedoman strategis untuk memfasilitasi transformasi digital Indonesia di empat sektor strategis, yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Namun Riri menjelaskan untuk mampu menjelankan semua ini dengan baik, maka semua tantangan tadi harus dibereskan.
Disinggung apakah Indonesia mampu dan sukses memasuki era ekonomi digital dan melakukan transformasi digital dengan baik, Riri secara lugas menjelaskan, pertanyaan seperti itu tidaklah relevan, karena ada kesan meragukan kemampuan sendiri.
“Justru kita harus membangun strategi, mempersiapkan sumberdaya, dan berjuangan sekuatnya supaya kita mampu dan sukses. Jadi mindset-nya digeser, tidak mempertanyakan yang penuh nuansa keraguan, melainkan memikirkan strategi yang cocok atau paling mungkin untuk dieksekusi supaya kita mampu dan sukses memasuki era digital dan melakukan transformasi digital,” tegas Riri.
Riri yang juga anggota Dewan Juri pada Indonesia Digital Culture Excellence Award 2022 ini menjelaskan, pada tingkat perusahaan atau organisasi manapun, transformasi digital itu bukanlah semata isu teknologi, namun mencakup setidaknya enam bidang strategis, yaitu strategi dan model bisnis, struktur organisasi dan proses bisnis, teknologi digital yang tepat guna, tata kelola teknologi yang baik, SDM dengan talenta digital, serta membangun budaya digital pada organisasi. Tranformasi digital berarti melakukan kegiatan yang komprehensif terhadap semua bidang tersebut.
Lihat Juga :