Kemeriahan Journalism Day 2022: Bahas Tantangan Profesi Jurnalis Perempuan

Sabtu, 24 September 2022 - 20:05 WIB
Uni Lubis, yang menjadi pemateri pertama menyatakan bahwa adanya pergeseran dalam menggali keterangan dari narasumber pada era teknologi seperti sekarang ini. “Dulu, narasumber harus ditemui secara langsung dalam melakukan wawancara. Jumlah media juga belum terlalu massive seperti sekarang. Tapi makin ke sini, kita bisa wawancara narasumber via online messaging dan juga jumlah persaingan media semakin besar,” terangnya.

Ia mengakui bahwa persaingan membuat jurnalis di era digital mendapatkan beban kerja yang semakin besar.

Baca juga: 15 Politeknik Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2022, Selalu Jadi Buruan Calon Mahasiswa

Tantangan lainnya juga datang dari isu diskriminasi. Walaupun pada media mainstream isu ini tidak kerap terjadi, tapi diskriminasi terjadi di daerah terutama bagi jurnalis perempuan untuk urusan penugasan antara laki-laki dan perempuan. “Tantangannya sama, tinggal bagaimana sikap kita sebagai jurnalis perempuan menghadapinya,” terangnya.

Putri Ayuningtyas, yang menjadi pembicara kedua menyatakan bahwa media tempatnya bekerja memberikannya ruang yang cukup untuk mengeksplor berbagai tantangan kerja. Ia juga membahas bahwa sesama perempuan, memberinya sensitivitas yang lebih tinggi dalam membahas isu-isu perempuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!