Din Syamsuddin Ajak Milenial Muslim Rebut Kembali Supremasi Ilmu Pengetahuan
Sabtu, 04 Juli 2020 - 21:04 WIB
Lebih lanjut Din mengatakan, tidak ada manusia bisa hebat dan bermartabat sepanjang hayat. Sebab, setiap manusia memiliki kurva hidup dari tumbuh, puncak dan menurun. “Menjadi hebat sepanjang hayat tidak mungkin, tapi yang mungkin melahirkan generasi-generasi hebat silih berganti,” ungkapnya.
Menjadi insan hebat, kata Din, bila mengacuh pada asal katanya dari Bahasa Arab artinya sangat luas dan komplek. Kata hebat serapan dari kata Al Haibah yang memiliki tiga arti sekaligus, yakni kemampuan, wibawa, serta pengaruh.
“Menjadi generasi hebat harus berprestasi dan berkemajuan. Berilmu pengetahuan, tapi tetap beribadah,” tegas Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015.
(Baca: Ketum PP Muhammadiyah Berharap Polri Tegakkan Hukum dengan Seadil-adilnya)
Di akhir pidato, Din menjanjikan fasilitas dua tiket khusus bagi lulusan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya tahun 2020 untuk menjadi santri di pesantren modern internasional Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Menjadi insan hebat, kata Din, bila mengacuh pada asal katanya dari Bahasa Arab artinya sangat luas dan komplek. Kata hebat serapan dari kata Al Haibah yang memiliki tiga arti sekaligus, yakni kemampuan, wibawa, serta pengaruh.
“Menjadi generasi hebat harus berprestasi dan berkemajuan. Berilmu pengetahuan, tapi tetap beribadah,” tegas Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015.
(Baca: Ketum PP Muhammadiyah Berharap Polri Tegakkan Hukum dengan Seadil-adilnya)
Di akhir pidato, Din menjanjikan fasilitas dua tiket khusus bagi lulusan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya tahun 2020 untuk menjadi santri di pesantren modern internasional Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Lihat Juga :