Mengenal 7 Angkatan Sastra Indonesia dan Tokoh Terkenalnya
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 15:37 WIB
Angkatan Pujangga Lama merupakan angkatan sastra yang berkembang sebelum 1920. Karya dari angkatan Pujangga Lama biasanya berisi nasihat, ditulis dalam bahasa Melayu, atau bahasa lain dari bangsa yang datang dan memberi pengaruh di Nusantara, seperti Arab, Tamil atau Sansekerta. Karya terkenal dari angkatan ini diantaranya: “Bustan Al Salatin”, “Gurindam Dua Belas” dan “Syair Perahu”.
2. Angkatan Balai Pustaka
Angkatan Balai Pustaka adalah angkatan yang berkembang di periode 1920-an. Balai Pustaka sendiri awalnya adalah kantor penyedia bacaan rakyat yang dibentuk Belanda. Karya yang dihasilkan dari angkatan Balai Pustaka biasanya berisi tentang situasi sosial yang ada di masyarakat, seperti perjodohan. Karya terkenal dari angkatan ini di antaranya: “Siti Nurbaya” dan “Azab dan Sengsara”
3. Angkatan Pujangga Baru
Angkatan Pujangga Baru lahir dengan terbitnya majalah Poedjangga Baroe pada tahun 1933. Karya sastra pada angkatan Pujangga Baru mulai menyinggung mengenai masalah nasionalisme dan kesadaran berbangsa, di samping tema emansipasi dan pilihan individu. Karya terkenal dari angkatan Pujangga Baru diantaranya: “Belenggu”, “Layar Terkembang” dan “Manusia Baru”.
4. Angkatan 45
Angkatan selanjutnya adalah angkatan yang terkenal dari periode sastra di Indonesia, yakni angkatan 45. Karya dari angkatan 45 sarat akan suara perjuangan, lantang menyampaikan kritik akan ketidakadilan yang dialami rakyat, dari persoalan sosial dan politik. Angkatan 45 bisa dikatakan sebagai pejuang yang berperang melalui tulisan mereka. Tokoh terkenal dari angkatan ini di antaranya: Chairil Anwar, Usmar Ismail, Asrul Sani dan Pramoedya Ananta Toer.
2. Angkatan Balai Pustaka
Angkatan Balai Pustaka adalah angkatan yang berkembang di periode 1920-an. Balai Pustaka sendiri awalnya adalah kantor penyedia bacaan rakyat yang dibentuk Belanda. Karya yang dihasilkan dari angkatan Balai Pustaka biasanya berisi tentang situasi sosial yang ada di masyarakat, seperti perjodohan. Karya terkenal dari angkatan ini di antaranya: “Siti Nurbaya” dan “Azab dan Sengsara”
3. Angkatan Pujangga Baru
Angkatan Pujangga Baru lahir dengan terbitnya majalah Poedjangga Baroe pada tahun 1933. Karya sastra pada angkatan Pujangga Baru mulai menyinggung mengenai masalah nasionalisme dan kesadaran berbangsa, di samping tema emansipasi dan pilihan individu. Karya terkenal dari angkatan Pujangga Baru diantaranya: “Belenggu”, “Layar Terkembang” dan “Manusia Baru”.
4. Angkatan 45
Angkatan selanjutnya adalah angkatan yang terkenal dari periode sastra di Indonesia, yakni angkatan 45. Karya dari angkatan 45 sarat akan suara perjuangan, lantang menyampaikan kritik akan ketidakadilan yang dialami rakyat, dari persoalan sosial dan politik. Angkatan 45 bisa dikatakan sebagai pejuang yang berperang melalui tulisan mereka. Tokoh terkenal dari angkatan ini di antaranya: Chairil Anwar, Usmar Ismail, Asrul Sani dan Pramoedya Ananta Toer.
Lihat Juga :