Penghargaan Sekolah Terbaik Dunia untuk Aksi Lingkungan, Ini Pemenangnya
Kamis, 27 Oktober 2022 - 19:35 WIB
“Sudah waktunya bagi para pemimpin dunia untuk duduk dan mendengarkan sekolah-sekolah seperti SMA Negeri Bonuan Buquig di Filipina,” ujar Pendiri T4 Education Vikas Pota, melalui siaran pers, Kamis (27/10/2022).
Head of Corporate Sustainability at American Express Madge Thomas mengucapkan selamat kepada SMA Negeri Bonuan Buquig atas pencapaian fantastis yang telah diraih. “Kami senang untuk memberikan pengakuan kepada para siswa dan pendidik yang mengambil tindakan di sekolah untuk melindungi lingkungan dan masa depan mereka,” katanya.
Baca juga: Lima Rekomendasi Platform Kursus Online Gratis Bersertifikat
Sekolah Menengah Atas Negeri Bonuan Buquig adalah sekolah menengah negeri di Kota Dagupan, Filipina yang melakukan penanaman kembali hutan bakau yang rusak untuk memperbaiki kerusakan lingkungan. Revitalisasi hutan bakau ini pun berdampak pada siswa-siswinya yang mayoritas tinggal di dekat tambak dan pesisir.
Pada 2009, Topan Pepeng menjadikan dua pertiga Kota Dagupan terendam banjir. Tambak, sawah, dan industri lainnya di komunitas ini mengalami kerusakan berat. Pemerintah Kota Dagupan, yang menyadari tantangan geografisnya di daratan yang hanya setinggi satu meter di atas permukaan laut, mulai melakukan pengerukan sungai untuk mengurangi dampak banjir, namun hasilnya tidak sesuai seperti yang diharapkan.
Alhasil, hutan bakau mati, dan sungai terpapar langsung terik matahari dan membuat makhluk hidup di ekosistem air tersebut mati. Ikan, kepiting, dan kerang-kerangan menghilang dari sungai. Padahal, para siswa dan keluarganya mengandalkan hasil tangkapan ikan untuk dimakan. Dengan hilangnya sumber nafkah utama, banyak siswa yang membolos karena harus bekerja untuk menghidupi keluarga.
Head of Corporate Sustainability at American Express Madge Thomas mengucapkan selamat kepada SMA Negeri Bonuan Buquig atas pencapaian fantastis yang telah diraih. “Kami senang untuk memberikan pengakuan kepada para siswa dan pendidik yang mengambil tindakan di sekolah untuk melindungi lingkungan dan masa depan mereka,” katanya.
Baca juga: Lima Rekomendasi Platform Kursus Online Gratis Bersertifikat
Sekolah Menengah Atas Negeri Bonuan Buquig adalah sekolah menengah negeri di Kota Dagupan, Filipina yang melakukan penanaman kembali hutan bakau yang rusak untuk memperbaiki kerusakan lingkungan. Revitalisasi hutan bakau ini pun berdampak pada siswa-siswinya yang mayoritas tinggal di dekat tambak dan pesisir.
Pada 2009, Topan Pepeng menjadikan dua pertiga Kota Dagupan terendam banjir. Tambak, sawah, dan industri lainnya di komunitas ini mengalami kerusakan berat. Pemerintah Kota Dagupan, yang menyadari tantangan geografisnya di daratan yang hanya setinggi satu meter di atas permukaan laut, mulai melakukan pengerukan sungai untuk mengurangi dampak banjir, namun hasilnya tidak sesuai seperti yang diharapkan.
Alhasil, hutan bakau mati, dan sungai terpapar langsung terik matahari dan membuat makhluk hidup di ekosistem air tersebut mati. Ikan, kepiting, dan kerang-kerangan menghilang dari sungai. Padahal, para siswa dan keluarganya mengandalkan hasil tangkapan ikan untuk dimakan. Dengan hilangnya sumber nafkah utama, banyak siswa yang membolos karena harus bekerja untuk menghidupi keluarga.
Lihat Juga :