Sekolah Vokasi UNS Kembangkan Kosmetik dari Ubi Ungu
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 17:05 WIB
Namun, sebaliknya desa membutuhkan mitra perguruan tinggi untuk mengembangkan segala potensi yang ada dengan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara itu, solusi yang dapat ditempuh agar hasil riset perguruan tinggi dapat di hilirisasi adalah dengan memfungsikan sinergi penta helix dengan maksimal melalui pengabdian masyarakat.
Desa Puntukrejo terletak di kawasan strategis, berada pada akses utama pintu masuk ke Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menawarkan berbagai macam destinasi wisata alam. The Lawu Fresh merupakan salah satu potensi pariwisata Desa Puntukrejo, tetapi pengelolaan pariwisata ini belum dilakukan dengan optimal. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang masih rendah. Permasalahan utama di sektor pariwisata adalah kurangnya inovasi dan kreativitas Kelompok Tani Muda Puntukrejo (KTMP) dalam menggali potensi The Lawu Fresh.
Pemasaran yang konvensional dan belum memanfaatkan teknologi menjadi permasalahan yang mengakibatkan rendahnya jumlah kunjungan ke The Lawu Fresh. Oleh sebab itu, dibutuhkan strategi diferensiasi untuk menjadikan The Lawu Fresh sebagai ‘lokomotif’ agrowisata dan Desa Puntukrejo mempunyai ciri khas (icon) pembeda jika dibandingkan dengan desa di sekitarnya. Salah satu cara untuk menampilkan kekhasannya adalah dengan mengoptimalkan potensi desa menjadi produk dengan sentuhan inovasi dan teknologi.
Desa Puntukrejo memiliki komoditas pertanian yang unggul dengan kondisi lahan pertanian yang subur. Produksi ubi jalar yang tinggi tersebut dikarenakan kondisi agroklimat di desa tersebut sangat cocok untuk pengembangan tanaman ubi jalar dan juga didukung dengan penggunaan faktor-faktor produksi yang optimal. Meningkatnya luas panen menunjukan bahwa ubi jalar merupakan komoditas yang diminati oleh petani pada saat ini dan merupakan unggulan desa.
Ubi jalar yang semakin banyak diteliti dan dikembangkan adalah ubi jalar ungu. Ubi ungu (Ipomea batatas) merupakan salah satu potensi pangan alternatif yang prospektif untuk dikembangkan. Kandungan nutrient pada ubi ungu meliputi pati (22,64%), gula reduksi (0,30%), lemak (0,94%), protein (0,77%), serat (3%), air (70,46%). Ubi jalar kaya akan senyawa gizi seperti vitamin (B1, B2, C, dan E), mineral (kalsium, magnesium, kalium, dan seng), karbohidrat selain serat, dan serat.
Baca juga: Mahasiswa ITB Gagas Sumber Energi Listrik dari Angin untuk Lampu Jalan
Desa Puntukrejo terletak di kawasan strategis, berada pada akses utama pintu masuk ke Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menawarkan berbagai macam destinasi wisata alam. The Lawu Fresh merupakan salah satu potensi pariwisata Desa Puntukrejo, tetapi pengelolaan pariwisata ini belum dilakukan dengan optimal. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang masih rendah. Permasalahan utama di sektor pariwisata adalah kurangnya inovasi dan kreativitas Kelompok Tani Muda Puntukrejo (KTMP) dalam menggali potensi The Lawu Fresh.
Pemasaran yang konvensional dan belum memanfaatkan teknologi menjadi permasalahan yang mengakibatkan rendahnya jumlah kunjungan ke The Lawu Fresh. Oleh sebab itu, dibutuhkan strategi diferensiasi untuk menjadikan The Lawu Fresh sebagai ‘lokomotif’ agrowisata dan Desa Puntukrejo mempunyai ciri khas (icon) pembeda jika dibandingkan dengan desa di sekitarnya. Salah satu cara untuk menampilkan kekhasannya adalah dengan mengoptimalkan potensi desa menjadi produk dengan sentuhan inovasi dan teknologi.
Desa Puntukrejo memiliki komoditas pertanian yang unggul dengan kondisi lahan pertanian yang subur. Produksi ubi jalar yang tinggi tersebut dikarenakan kondisi agroklimat di desa tersebut sangat cocok untuk pengembangan tanaman ubi jalar dan juga didukung dengan penggunaan faktor-faktor produksi yang optimal. Meningkatnya luas panen menunjukan bahwa ubi jalar merupakan komoditas yang diminati oleh petani pada saat ini dan merupakan unggulan desa.
Ubi jalar yang semakin banyak diteliti dan dikembangkan adalah ubi jalar ungu. Ubi ungu (Ipomea batatas) merupakan salah satu potensi pangan alternatif yang prospektif untuk dikembangkan. Kandungan nutrient pada ubi ungu meliputi pati (22,64%), gula reduksi (0,30%), lemak (0,94%), protein (0,77%), serat (3%), air (70,46%). Ubi jalar kaya akan senyawa gizi seperti vitamin (B1, B2, C, dan E), mineral (kalsium, magnesium, kalium, dan seng), karbohidrat selain serat, dan serat.
Baca juga: Mahasiswa ITB Gagas Sumber Energi Listrik dari Angin untuk Lampu Jalan
Lihat Juga :