Keren! Pelajar di Jabar Berbagi Informasi lewat Podcast hingga Stand Up Commedy
Jum'at, 04 November 2022 - 08:57 WIB
"Jadi salurannya jelas melalui media audio visual, apakah itu melalui podcast, talk show dengan tokoh, diskusi, bahkan stand up comedy yang semuanya bisa ditayangkan secara audio visual," jelas Nonong.
Disinggung kriteria materi penayangan, Nonong menjelaskan bahwa materi terdiri dari 40 persen bernuansa budaya Jabar, 20 persen info sekolah, dan 40 persen hiburan. Pihaknya juga memberikan keleluasaan tema melalui kriteria khusus yang dapat menjadi alternatif pilihan atau acuan penayangan penyajian bagi tiap sekolah.
"Adapun tema yang dipilih setiap sekolah, seperti kegiatan religius, praktik unggulan dalam proses pembelajaran, profil dan tokoh inspiratif baik dari lingkungan siswa, GTK maupun tokoh di wilayah sekolah dan sekitarnya. Tema penayangan juga dapat dipilih dari sejarah, seni budaya, sosial ekosoni yang menarik, serta budaya kearifan lokal di wilayah setempat," paparnya.
Nonong juga mengatakan, untuk menjaga kualitas hasil program, pihaknya membatasi durasi tayangan setiap program maksimal 30 menit. Selain itu, Beca Mang Odik juga didukung penuh tim teknologi informasi (TI).
"Lalu, ada aturan yang wajib dipatuhi seluruh sekolah agar tetap menjaga kaidah kesopanan, tidak mengandung unsur SARAPPP yakni suku, agama, ras, antargolongan, perundungan, pornografi dan pornoaks. Kemudian batas pengiriman video juga kami atur dengan ditetapkan seminggu sebelumnya harus dikirim ke tim kreatif dan dilanjutkan ke tim seleksi," jelasnya.
Grand design program Becak Mang Odik sendiri bertujuan untuk menggali potensi satuan pendidikan dan langkah nyata mencetak generasi unggulan serta hasil dari program tersebut diharapkan menjadi sumber informasi rujukan bagi masyarakat luas.
"Semoga ini dapat menjadi sumber informasi rujukan bagi masyarakat yang mudah diakses. Misalnya ingin mengetahui program unggulan proses pembelajaran, seni budaya, info sekolah, termasuk juga informasi-informasi lain seputar dunia pendidikan yang dapat menjadi bahan informasi bagi masyarakat," pungkasnya.
Disinggung kriteria materi penayangan, Nonong menjelaskan bahwa materi terdiri dari 40 persen bernuansa budaya Jabar, 20 persen info sekolah, dan 40 persen hiburan. Pihaknya juga memberikan keleluasaan tema melalui kriteria khusus yang dapat menjadi alternatif pilihan atau acuan penayangan penyajian bagi tiap sekolah.
"Adapun tema yang dipilih setiap sekolah, seperti kegiatan religius, praktik unggulan dalam proses pembelajaran, profil dan tokoh inspiratif baik dari lingkungan siswa, GTK maupun tokoh di wilayah sekolah dan sekitarnya. Tema penayangan juga dapat dipilih dari sejarah, seni budaya, sosial ekosoni yang menarik, serta budaya kearifan lokal di wilayah setempat," paparnya.
Nonong juga mengatakan, untuk menjaga kualitas hasil program, pihaknya membatasi durasi tayangan setiap program maksimal 30 menit. Selain itu, Beca Mang Odik juga didukung penuh tim teknologi informasi (TI).
"Lalu, ada aturan yang wajib dipatuhi seluruh sekolah agar tetap menjaga kaidah kesopanan, tidak mengandung unsur SARAPPP yakni suku, agama, ras, antargolongan, perundungan, pornografi dan pornoaks. Kemudian batas pengiriman video juga kami atur dengan ditetapkan seminggu sebelumnya harus dikirim ke tim kreatif dan dilanjutkan ke tim seleksi," jelasnya.
Grand design program Becak Mang Odik sendiri bertujuan untuk menggali potensi satuan pendidikan dan langkah nyata mencetak generasi unggulan serta hasil dari program tersebut diharapkan menjadi sumber informasi rujukan bagi masyarakat luas.
"Semoga ini dapat menjadi sumber informasi rujukan bagi masyarakat yang mudah diakses. Misalnya ingin mengetahui program unggulan proses pembelajaran, seni budaya, info sekolah, termasuk juga informasi-informasi lain seputar dunia pendidikan yang dapat menjadi bahan informasi bagi masyarakat," pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :