Begini Cara Menulis Skripsi yang Baik dan Benar, Biar Cepat Lulus
Rabu, 09 November 2022 - 09:11 WIB
Bila teori sudah dirasa cocok dengan masalah penelitian, sekarang kamu menentukan siapa yang akan menjadi responden dan bagaimana cara mengumpulkan informasi dari mereka. Contoh responden dalam skripsi antara lain; masyarakat, pemangku jabatan, atau pihak tertentu yang sekiranya bisa menjadi sumber informasi yang valid untuk penelitian.
Setelah mendapatkan responden, pengumpulan informasi pun dimulai. Misalnya melalui kuisoner, wawancara, forum discussion group (FGD), dan sebagainya.
4. Menyusun dan Menginterpretasikan Informasi
Tahap selanjutnya yaitu mengolah dan menyajikan data ke dalam bentuk tabel atau narasi. Tujuannya, agar informasi tersebut bisa dipahami oleh dosen maupun pembaca lain. Jika kamu memilih model skripsi kuantitatif, data diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS.
5. Menarik Kesimpulan
Wah, sebentar lagi skripsi kamu bakalan selesai nih. Kesimpulan berada di bab paling akhir alias bab 5. Biasanya terdiri dari 1 sampai 2 halaman saja. Di sini, kamu tinggal menyimpulkan apakah ada pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y.
6. Mendaftar Sidang
Tahapan yang paling dinanti-nanti oleh mahasiswa adalah sidang skripsi. Kamu akan dihadapkan oleh 2 dosen penguji dan 1 dosen pembimbing dalam sebuah ruangan selama 90 menit. Layaknya persidangan pada umumnya, mahasiswa diberi pertanyaan dan kesempatan untuk berargumen terkait penelitian yang sudah dilakukan.
7. Revisi
Setelah sidang, mahasiswa diberi waktu kurang lebih 2 minggu untuk memperbaiki isi skripsinya. Jika skripsi yang kamu kerjakan sesuai dengan arahan dosen, revisi yang kamu dapat kemungkinan sedikit. Revisi skripsi biasanya berhubungan dengan EYD, penambahan satu atau dua kata di bagian judul, atau tergantung dari permintaan dosen penguji.
Baca juga: Unpad Lantik 3.249 Wisudawan, Ini Deretan Lulusan dengan Predikat Terbaik
Struktur Skripsi
Tahapannya sudah, sekarang kita bahas hal-hal apa saja yang tercantum dalam skripsi. Ada kata pengantar, daftar isi, daftar pustaka, lampiran, dan yang terpenting 5 bab yang tak boleh kamu lewatkan. Apa saja? Ini dia!
BAB I - Pendahuluan
Bab 1 skripsi mengandung penjelasan mengenai masalah yang akan diteliti. Kamu harus mempunyai argumen dan informasi yang cukup agar judul penelitianmu disetujui oleh dosen pembimbing.
Latar Belakang Masalah, yang berisi pernyataan dan argumentasi tentang fenomena yang diteliti.
Rumusan Masalah, yang merupakan substansi dari permasalahan yang diteliti. Rumusan masalah dinyatakan dengan kalimat tanya (?).
Tujuan Penelitian, berisi jawaban atas rumusan masalah.
Manfaat Penelitian, berisi kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian berupa manfaat akademis dan manfaat praktis.
Sistematika Penulisan, berisi penjelasan dari setiap bab dalam skripsi.
BAB II - Landasan Teori
Masuk ke Bab 2, mahasiswa akan menjelaskan teori yang digunakan dalam penyusunan skripsi. Bab ini mempunyai 3 bagian:
Kerangka Teori, berisi teori-teori apa saja yang relevan dengan penelitian.
Tinjauan Pustaka, berisi gambaran konseptual, referensi skripsi terdahulu sebagai acuan penyusunan, serta kerangka pemikiran berupa bagan.
Setelah mendapatkan responden, pengumpulan informasi pun dimulai. Misalnya melalui kuisoner, wawancara, forum discussion group (FGD), dan sebagainya.
4. Menyusun dan Menginterpretasikan Informasi
Tahap selanjutnya yaitu mengolah dan menyajikan data ke dalam bentuk tabel atau narasi. Tujuannya, agar informasi tersebut bisa dipahami oleh dosen maupun pembaca lain. Jika kamu memilih model skripsi kuantitatif, data diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS.
5. Menarik Kesimpulan
Wah, sebentar lagi skripsi kamu bakalan selesai nih. Kesimpulan berada di bab paling akhir alias bab 5. Biasanya terdiri dari 1 sampai 2 halaman saja. Di sini, kamu tinggal menyimpulkan apakah ada pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y.
6. Mendaftar Sidang
Tahapan yang paling dinanti-nanti oleh mahasiswa adalah sidang skripsi. Kamu akan dihadapkan oleh 2 dosen penguji dan 1 dosen pembimbing dalam sebuah ruangan selama 90 menit. Layaknya persidangan pada umumnya, mahasiswa diberi pertanyaan dan kesempatan untuk berargumen terkait penelitian yang sudah dilakukan.
7. Revisi
Setelah sidang, mahasiswa diberi waktu kurang lebih 2 minggu untuk memperbaiki isi skripsinya. Jika skripsi yang kamu kerjakan sesuai dengan arahan dosen, revisi yang kamu dapat kemungkinan sedikit. Revisi skripsi biasanya berhubungan dengan EYD, penambahan satu atau dua kata di bagian judul, atau tergantung dari permintaan dosen penguji.
Baca juga: Unpad Lantik 3.249 Wisudawan, Ini Deretan Lulusan dengan Predikat Terbaik
Struktur Skripsi
Tahapannya sudah, sekarang kita bahas hal-hal apa saja yang tercantum dalam skripsi. Ada kata pengantar, daftar isi, daftar pustaka, lampiran, dan yang terpenting 5 bab yang tak boleh kamu lewatkan. Apa saja? Ini dia!
BAB I - Pendahuluan
Bab 1 skripsi mengandung penjelasan mengenai masalah yang akan diteliti. Kamu harus mempunyai argumen dan informasi yang cukup agar judul penelitianmu disetujui oleh dosen pembimbing.
Latar Belakang Masalah, yang berisi pernyataan dan argumentasi tentang fenomena yang diteliti.
Rumusan Masalah, yang merupakan substansi dari permasalahan yang diteliti. Rumusan masalah dinyatakan dengan kalimat tanya (?).
Tujuan Penelitian, berisi jawaban atas rumusan masalah.
Manfaat Penelitian, berisi kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian berupa manfaat akademis dan manfaat praktis.
Sistematika Penulisan, berisi penjelasan dari setiap bab dalam skripsi.
BAB II - Landasan Teori
Masuk ke Bab 2, mahasiswa akan menjelaskan teori yang digunakan dalam penyusunan skripsi. Bab ini mempunyai 3 bagian:
Kerangka Teori, berisi teori-teori apa saja yang relevan dengan penelitian.
Tinjauan Pustaka, berisi gambaran konseptual, referensi skripsi terdahulu sebagai acuan penyusunan, serta kerangka pemikiran berupa bagan.
Lihat Juga :