7 Kampus Ternama Deklarasikan Development Studies Association-Indonesia

Jum'at, 11 November 2022 - 17:33 WIB
Berdasarkan hal tersebut, Arfan dan keenam anggota dari DSA-Indonesia meyakini bahwa perlu adanya standarisasi kurikulum dalam pengembangan, perencanaan, dan pelaksanaan pada prodi Studi Pembangunan ke depannya. “Asosiasi kami mengadopsi teori-teori pokok dari Studi Pembangunan, yaitu etika, politik, sosial, dan kebijakan pemerintah,” tutur Arfan, melalui siaran pers, Jumat (11/11/2022).

Dengan mengadopsi keempat teori tersebut, DSA-Indonesia berencana memajukan serta mengharmonisasi kualitas maupun daya tarik dari studi pembangunan. Tidak hanya pada studi pembangunannya saja, DSA-Indonesia juga berharap mampu mencetak sumber daya studi pembangunan yang berkualitas dan mumpuni.

Dengan begitu, masyarakat dapat semakin menyadari eksistensi dari prodi Studi Pembangunan serta sejuta perannya untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Perwakilan Studi Pembangunan dari ITB, Suhirman, turut menyampaikan aspirasinya mengenai DSA-Indonesia. “Kami juga menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengembangkan DSA-Indonesia,” ucapnya.

Baca juga: Selamat, Unair Masuk Top 100 Kampus Terbaik Asia di QS AUR 2023

Ia juga menambahkan bahwa selain memajukan kualitas prodi Studi Pembangunan, berkontribusi secara maksimal bagi masyarakat juga merupakan pondasi utama dibentuknya DSA-Indonesia. “Kami berencana melakukan riset rutin, meningkatkan taraf pendidikan, dan nantinya juga melakukan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!