FMIPA UI Kembangkan Pendeteksi Longsor Jarak Jauh Berbasis Internet of Things

Kamis, 12 Januari 2023 - 22:45 WIB
Sistem peringatan ini dibuat lebih praktis agar masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengoperasikannya.

Baca juga: Ini Daftar Jurusan Kuliah di UI, Jika Jeli Peluang Lolos SNBP-SNBT 2023 Cukup Besar

Selain itu, Landslide 2.0 dilengkapi radio untuk menjangkau daerah terpencil yang tidak memperoleh akses telekomunikasi, serta dilengkapi panel surya kecil berukuran 12 watt peak (WP) sebagai sumber energi ramah lingkungan. Dengan perawatan yang baik, alat ini dapat tetap optimal digunakan dalam kurun lima tahun.

Cara kerja Landslide 2.0 adalah dengan memantau perubahan jarak atau retakan sebagai indikasi pergerakan tanah melalui sensor laser rangefinder yang ditempatkan di satu sisi tiang pantau. Kerumitan perubahan ini perlu dikonfirmasi dengan pemantauan vertikalitas atau ketegakan tiang pantau.

Apabila perubahan jarak yang diukur telah melampaui ambang batas, sistem akan memberikan peringatan agar user menghindari daerah rawan longsor. Hasil pemantauan juga ditransfer ke sistem cloud server untuk ditampilkan secara daring dan real time pada website.

Dr. Parluhutan menyebutkan bahwa pemantauan bersifat lokal di berbagai lokasi rawan longsor dapat diintegrasikan secara nasional sehingga pola pergerakan tanah di berbagai daerah dapat dianalisis secara komprehensif dan lengkap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!